Tim Okta Center Desak Panwaslih Aceh Tindaklanjuti Indikasi Penggelembungan Suara di Aceh Timur

Redaksi Bara News

- Author

Sabtu, 16 Maret 2024 - 00:59 WIB

50385 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Temuan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslih) Aceh Timur terkait adanya upaya perubahan dan penggelembungan suara di Kabupaten Aceh Timur merupakan persoalan serius yang harus ditindaklanjuti sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku, kata Bung Dasda Ketua Tim Okta Center, Jumat (15/3/2024).

Indikasi adanya skandal konspirasi kecurangan pada pelaksana pesta demokrasi di Aceh Timur itu tercium semakin kuat setelah pihak Komisioner Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Timur secara nyata mengabaikan rekomendasi saran perbaikan Rekapitulasi oleh Panwaslih.

Dari data temuan Bawaslu tersebut terlihat jelas adanya penggelembungan suara yang begitu fantastis dengan total mencapai ribuan suara untuk DPRA, dimana C Hasil TPS Gampong sangat jauh berbeda dengan D Hasil Kecamatan dan D Hasil Kabupaten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Persoalan ini tetap harus ditindaklanjuti oleh Panwaslih, apabila secara aturan sudah memenuhi unsur pidana dan juga pelanggaran kode etik.

Baca Juga :  Kadinsos Aceh, Muslem : Qanun Disabilitas Dukung Pemenuhan Hak-Hak Difabel

Masyarakat tentunya berharap Panwaslih bisa melaporkan persoalan ini kepada DKPP agar ditelusuri lebih lanjut berkenaan dengan kode etik pelaksana.

Kita juga meminta Panwaslih Aceh agar proses hukum terhadap upaya penggelembungan suara caleg di Aceh Timur dapat diproses ke ranah pidana demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proses demokrasi,” ungkap Bung Dasda.

Dia memaparkan, jika mengacu berdasarkan pasal 551 Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu maka anggota KPU, KPU tingkat provinsi, kabupaten/ kota, panitia pemilihan kecamatan (PPK), dan atau panitia pemungutan suara (PPS) yang dengan sengaja mengakibatkan hilang atau berubahnya berita acara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara, akan dikenakan sanksi pidana dua tahun dan denda Rp 24 juta.

“Jika kita lihat adanya tindakan sengaja, sehingga berita acara rekapitulasi hasil suara di Aceh Timur terjadi penggelembungan suara, dari data C Hasil TPS dan D Hasil Kecamatan, maka hal ini sudah masuk ke ranah pidana pemilu”.

Kami mohon kepada Panwaslih Aceh agar dapat ditelusuri lebih lanjut, apakah ada praktek suap menyuap bahkan unsur nepotisme dan sebagainya yang mengakibatkan terjadinya perubahan hasil suara, ujarnya.

Baca Juga :  Kapolresta Banda Aceh Monitoring PSU di TPS 1 Gampong Teubaluy

Dia menambahkan, jika kita lihat lebih lanjut dimana, perolehan suara calon DPRA tertentu digelembungkan hingga ribuan suara saat di pleno kabupaten di Aceh Timur.

Hal ini terungkap usai Panwaslih Aceh Timur menyurati KIP Aceh Timur untuk melakukan perbaikan rekap suara.

Dari berbagai temuan Panwaslih Aceh Timur, maka patut diduga sangat erat kaitannya dengan keberpihakan Ketua KIP Aceh Timur.

“Dari sejumlah persoalan yang kini mencuat dan menjadi pembicaraan di publik menunjukkan bahwa ada polemik serius yang memang harus ditindaklanjuti secara aturan demi menegakkan keadilan dalam pelaksanaan pesta demokrasi.

Untuk itu, kita berharap agar Panwaslih melaporkan semua hal tersebut ke DKPP untuk ditangani lebih lanjut tentang kemungkinan adanya pelanggaran kode etik pelaksana.

Bahkan, tentunya masyarakat juga berharap agar penegakan hukum pidana pemilu dapat dilakukan dalam persoalan serius ini,” pungkas Bung Dasda.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Para Pelapor Pastikan Kasus Penggelembungan Suara DPD di Pidie Akan Dibawa ke DKPP
Hari Kedua Idulfitri, 1.157 Kendaraan Pemudik Gunakan Tol Sibanceh
FAB : Masyarakat Hati-Hati Kasih KTP Bisa Untuk Pinjaman Online
Antisipasi Banjir dan Longsor, BPBD se-Aceh Diminta Aktifkan Posko Siaga Bencana
Aminullah Usman Walikota Idaman Masyarakat Kota Banda Aceh
Jajaran Polda Aceh Gelar Mudik Gratis bagi Masyarakat, Dirlantas: Mudah-mudahan Bermanfaat
Penyidik Polda Aceh Rampungkan Kasus Korupsi RS Regional Aceh Tengah
Panglima Laot Aceh: Penyelundup Rohingya hanya Berkedok Nelayan

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 15:15 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan di Sungai Aih Bobo

Sabtu, 13 April 2024 - 14:43 WIB

Komsos, Media Babinsa Untuk Jalin Silaturahmi Bersama Warga Binaan

Kamis, 11 April 2024 - 17:44 WIB

Empat Rumah Di Kecamatan Terangun Ludes Dilalap Si Jago Merah

Kamis, 11 April 2024 - 11:29 WIB

Jalin Silaturahmi, Babinsa Desa Soyo Komunikasi Sosial Dengan Tokoh Masyarakat

Kamis, 11 April 2024 - 01:50 WIB

Kerna nge Sawah lo Sijeroh, Urum Ulen si Baik, Kadang Ara Salah Langkah, Kadang Ara Salah Tingkah, Keluarga Besar Media Baranews muniro maaf lahir dan batin

Rabu, 10 April 2024 - 12:55 WIB

Keluarga Besar Kodim 0113/ Gayo Lues & Persit Kartika Chandra Kirana Cab XXVI Dim 0113 Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda Mengucapkan : “SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1445 H” “Mohon Maaf Lahir Dan Bathin”

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Sambut Idul Fitri Brimob Berbagi

Senin, 8 April 2024 - 16:36 WIB

Babinsa Koramil 10/Pantan Cuaca ikut mendampingi Kegiatan Pembagian Sembako dari dana Desa

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Militer Iran: Serangan terhadap Israel Capai Target

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:37 WIB

INTERNASIONAL

Seorang Pria Terluka dalam Penembakan di Bandara Kuala Lumpur

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:34 WIB

PERISTIWA

Sebanyak 14 Orang Meninggal Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:03 WIB