oleh

Tidak Ada Orang Kaya Tanam Ganja Jual Narkoba

banner 1155x168

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – “Tidak ada orang yang kaya karena menanam ganja dan jual narkotika . yang ada janda bertamba anak yatim bertambah. Saudara-saudara kita, abang kita adik kita bapak kita  masuk penjara karena menanam dan jual narkotika” sebut Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru di hadapan  kepala BNN Provinsi Brigjen.Pol. Fasial.  AN dan Masyarakat desa pepela Kecamatan Pining pada penanam pertama jagung program GDAD (Green Desain Alternative Depelopment) Kamis 22/8/19

Lebih Lanjut Amru mengatakan Menanam dan menjual narkotika itu bertentangan dengan hukum negara dan betntangan dengan agama, secara hukum negara menjual narkotika kita masuk penjara, secara hukum agama kita jauh dari bauk wanginya syurga, menanam dan menjual narkotika sama dengan meracuni orang . satu kilo ganja akan membuat orang gila dan rusak mentalnya.

Ada beberapa faktor masyarakat Gayo Lues menanam ganja, yang pertama masyarkat tidak tahu menanam ganja dilarang baik secara hukum maupun agama. yang kedua karena himpitan ekonomi  tidak ada kerjaan lain maka masyarakat menanam ganja, yang ketitga terpancing dengan saudaranya yang lain. Ketika melihat orang pulang membawak Sepeda motor baru karena baru menjual ganja. Yang keempat tidak sabar ingin menjadi terhormat, maka mulaila menanam ganja menjual shabu, tetapi akhirnya satu keluarga jadi terhina.Ada yang bangun rumah ada yang bisa membeli sepeda motor baru tetapi akhirnya di jual kembali karena tertangkap masuk penjara.

Amru berharap agar masyarakat bisa memamfaatkan program GDAD  yang sedang digalakan oleh pemerintah. Dengan  berali dari tanaman ganja ke jagung

Kepala BNN Provinsi Brigjen.Pol. Fasial.  AN menyebutkan program GDAD yang dicanangkan oleh pemerintah ke desa Pepelah kecamatan Pining bertujuan untuk mengalihkan tanaman ganja ke tanaman jagung yang lebih baik lagi dalam memberdayaankan dan meningkatkan ekonomi masyarakat, program ini merupakan program lanjutan dari GDAD yang dicanangkan di desa Agusan, selain menanam BNN juga menggandeng PT Java Produsen makanan dari jagung terbesar di Indonesia pusatnya di Medan yang siap untuk menampung jagung dari Aceh.

Kepala Pengulu Pepela Muhammad Amin mengatakan sangat bersyukuir mendapat bantuan bibit jagung, selama ini masyarkat menanam ganja bukan karena ingin kaya tetapi karena himpitan ekonomi tidak ada usaha lainya lagi. Sekarang dengan adanya perhatian BNN dan pemrintah daerah     masyarakatnya sudah sangat ikhlas meninggalkan tanaman ganja dan berali ketanaman jagung.

Kadis pertanian Gayo Lues Jakaria SP menyebutkan ada 30 hektar CPCL yang akan menerima bantuan bibit jagung dari program GDAD,  dari hasil rapat terakhir gayo lues akan menrima lagi sedikitnya 500 hektar untuk bantuan jagung dari GDAD . dinas pertanian hanya menyiapkan CPCL bibt dan obat-obatan serta pupul akan di berikan oleh BNN  ( YUD/RED )

News Feed