oleh

Tersangka Kivlan Zen Mengaku Difitnah, Polri: Pembuktian di Pengadilan secara Transparan, Jujur dan Adil

Jakarta, BARANEWSACEH.CO –  Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Mayor Jenderal TNI (Purn.) Kivlan Zen mengaku difitnah. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan bahwa pernyataan seperti itu adalah hak konstitusional Kivlan Zen dan pembuktiannya ada di pengadilan.

“Kalau itu merupakan hak konstitusional dari yang bersangkutan (Kivlan Zen) dalam pemeriksaan silakan saja. Dalam hal ini, Polri tetap profesional melakukan proses penyidikan yang dilakukan selama ini,” ungkap Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si. M.M. di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Juni 2019.

Selain itu, mantan Wakapolda Kalteng itu menerangkan bahwa Polri tak berpegang teguh hanya pada satu bukti seperti keterangan tersangka.
Namun, sejumlah bukti lain seperti keterangan saksi, bukti petunjuk hingga surat juga menjadi pertimbangan.

Mantan Kapolres Lumajang itu menuturkan semua hal tersebut akan menjadi dasar penyidik melakukan proses penyidikan.

“Polri sesuai dengan Pasal 184 KUHAP dalam pembuktian, tidak hanya menggali keterangan tersangka, itu urutan kelima. Polri juga menggali alat bukti-bukti yang lain, baik berupa keterangan saksi, kemudian keterangan saksi ahli, kemudian bukti petunjuk dan surat. Itu semua didalami oleh penyidik,” tutur mantan Kapolres Ponorogo tersebut.

Setelah melalui penyelidikan, pihaknya bakal menyerahkan berkas perkara di pengadilan. Bukti-bukti dan keterangan tersebut akan dibuktikan dalam persidangan.

“Itu nanti juga akan dibuktikan dalam proses persidangan pengadilan secara transparan, terbuka dan jujur adil,” tegas Jenderal Bintang Satu tersebut.

Sebelumnya, Kivlan Zen dikonfrontir dengan tersangka dugaan percobaan pembunuhan Habil Marati dan Iwan Kurniawan. Namun, Kivlan Zen mengaku difitnah.

Konfrontasi dilakukan untuk mengetahui kebenaran aliran dana yang diduga diberikan Habil Marati kepada Kivlan Zen. Aliran dana ini berkaitan dengan dugaan pembelian senjata api untuk perencanaan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

Kivlan Zen mengaku difitnah para saksi yang menyebutkan telah memberikan uang sebesar SGD 15.000 kepada Iwan untuk membeli senjata api ilegal. Kivlan Zen menegaskan bahwa itu sama sekali tak benar.  (ng/sw/hy)

Komentar

News Feed