HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Tercatat 93 Petugas KPPS Nagan Raya Sakit Dua orang Di Rawat Di Rumah Sakit SIM.

Redaksi

- Redaksi

Sabtu, 17 Februari 2024 - 19:48 WIB

50834 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya – Aceh  : Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, AP., S.Sos., M.Si, mengunjungi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM), Ujong Fatihah Kecamatan Kuala, Sabtu, (17/02/2024).

Dalam kunjungannya, Pj Bupati berkesempatan untuk berbincang dengan petugas KPPS yang sedang dirawat dan menanyakan kondisi kesehatannya. Pj Bupati juga memberikan semangat agar petugas KPPS tersebut segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas KPPS yang telah bekerja keras menyukseskan Pemilu 2024 dan semoga lekas sembuh bagi petugas KPPS yang saat ini sedang dirawat,” ujar Pj Bupati Fitriany.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nagan Raya, Hj. Siti Zaidar, S.ST., MKM menyebutkan sebanyak 110 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menderita sakit selama pelaksanaan Pemilu 2024.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan perawatan kepada petugas KPPS yang sakit serta merujuk ke fasilitas kesehatan untuk perawatan lebih lanjut.

“Tercatat 93 petugas KPPS mengalami sakit ringan seperti kelelahan, dan pusing sehingga tidak perlu dirawat, sedangkan 17 orang lainnya harus dirawat di fasilitas kesehatan termasuk 2 orang yang dirawat di RSUD SIM,” ungkap Siti Zaidar.

Kepala Dinkes, Hj. Siti Zaidar, S.ST., MKM menjelaskan bahwa faktor kelelahan menjadi penyebab utama sakitnya para petugas KPPS.

“Petugas KPPS bekerja keras selama berhari-hari untuk memastikan kelancaran pemungutan suara. Ditambah lagi dengan cuaca yang panas dan kurangnya waktu istirahat, sehingga banyak dari mereka yang mengalami kelelahan,” jelas Siti Zaidar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari pemungutan suara Pemilu 2024, Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya menempatkan petugas kesehatan beserta perlengkapan medis serta menyediakan ambulans di posko kecamatan untuk mengantarkan petugas KPPS yang sakit ke fasilitas kesehatan. (red)

Berita Terkait

Lindungi Kesehatan dari Asap Karhutla, Bupati TRK Minta Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan
Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Dipimpin Mendagri, Bupati TRK Ikuti Rakor Perkembangan Rehap-Rekon Fasilitas Kesehatan Pascabencana
Kajari Nagan Raya Lantik Lima Pejabat Eselon V, Tekankan Integritas dan Profesionalisme dalam Penegakan Hukum
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Nagan Raya Gelar Lomba Pidato dan Olahraga
Ketua Muhammadiyah Nagan Raya Organisasi Hadiri Khanduri Haul Abu Habib Muda Seunagan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru