oleh

Tembakau Gayo Butuh Perhatian

Bener Meriah. Baranewsaceh.co –
Tidak hanya kopi , kentang, dan palawija lainnya. Tidak asing bagi kita bahwasanya saat ini tembakau hijau gayo yang menjadi komoditi lama yang dilestarikan kembali dan mulai memasuki pasar nasional. Walaupun belum ada secara khusus yang melakukan produksi besar-besaran dan memasarkan komoditi ini, atau dapat dikatakan pemasaran dilakukan masih bersifat perorangan saja.

Selain aroma dan rasa yang khas yang kadang bagi sejumlah orang mengira tembakau hijau ini adalah ganja ini salah besar karena tembakau dan ganja memiliki perbedaan dari segi zat yang terkandung didalamnya yang tidak bersifat menghilangkan kesadaran penggunanya. Dan berdasarkan UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika tembakau hijau gayo tidak tergolong dalam jenis Narkotika.

Minimnya pelaku usaha sektor pertanian tembakau gayo bukan karena kurangnya petani yang ingin berbudidaya, tetapi sulitnya mendapatkan pasar dan kurangnya fasilitas yang dibutuhkan dalam pengelolaan karena semua masih menggunakan proses manual. Saya kira tembakau Gayo ini perlu diberikan perhatian khusus seperti kopi. Mengingat bahwasanya tembakau merupakan komuditi asli gayo pada zaman dahulu, ditambah lagi jumlah perokok di indonesia yang menyentuh angka 86 juta jiwa.

Untuk itu perlu kiranya pemerintah punya andil dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dan tak lupa juga akses pasar bagi komuditi ini.
Bahkan kita ingin generasi muda lah yang dipacu membudidayakan komuditi ini karena tergetnya bukan 3-5 tahun kedepan tetapi puluhan tahun kedepan dengan visi menjadikan tembakau hijau gayo ini menuju komuditi unggulan daerah gayo. Perlu adanya bantuan bibit dan juga fasilitas untuk melestarikannya. karena apabila dikembangkan dengan baik dapat memberikan penghasilan yang besar juga pada sektor pariwisata yang menjadikannya salah satu objek wisata atau yang dikenal dengan agro wisata. (Red).

News Feed