oleh

Team Investigasi TOPAN RI Rokan Hilir Minta Aparat Hukum Tindak Tegas Aparat Kepenghuluan Sungai Majo Pusako Terkait Penyaluran Dana BLT DD !!!

Rohil baranewsaceh- TEAM Investigasi TOPAN RI Rohil menelusuri terkait laporan masyarakat Kepenghuluan Sungai Majo Pusako beberapa waktu lalu mengenai adanya bantuan BLT DD COVID 19 sebesar Rp.300.000 yang dibagikan sebelum hari raya idul fitri.

Berdasarkan Wawancara Team Investigasi Topan RI Rohil, Lukman Nur Hakim dengan masyarakat yang enggan disebut namanya itu menyatakan benar bahwa ada BLT DD yang disalurkan sebesar Rp.300.000 pada tanggal 21 sampai 29 mei 2020 dan sudah ditandatangani oleh masyarakat bersangkutan, sesuai draft yang diberikan oleh salah seorang Aparat Desa. Dalam draft yang ditandatangani itu tertulis dana sebesar Rp.600.000.
Rabu 03/06/20

Hari ini, Rabu 3 juni 2020. Kepenghuluan Sungai Majo Pusako kembali membagikan BLT DD dengan tulisan gelombang pertama sebesar Rp.600.000 kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan. Namun ada sebagian masyarakat menolak uang yang diberikan sebesar itu dan ada draft yang harus ditandatangani lagi. Alasannya, sebagian masyarakat dibuat bingung dan takut untuk menerima. Kehendak sebagian masyarakat adalah, mereka mau menerima sesuai haknya, dengan rincian Rp.300.000 pada tanggal 29 mei 2020 dan Rp.300.000 pada tangal 3 juni 2020 dan mereka tidak mau menandatangani draft untuk kedua kalinya.

Melalui pengamatan Team Investigasi Topan RI Rohil adanya indikasi penekanan yg dilakukan oleh Aparat Desa Kepada Masyarakat untuk menandatangani draft. Alasan penyalur sekaligus Aparat Kepenghuluan bahwa Dana yang diberikan sebesar Rp.300.000 pada tanggal 29 mei 2020 merupakan Dana pribadi Penghulu Sungai Majo Pusako. Melihat hal ini membuat Team Investigasi Topan RI Rohil menyatakan adanya kesimpangsiuran terkait penyaluran BLT DD covid ini.

Kemudian Team Investigasi Topan RI Rohil mendapati bahasa yang diucapkan oleh aparat desa bahwa adanya penyaluran Dana menggunakan dana pribadi Penghulu, dibantah langsung oleh Team bahwa pernyataan aparat tersebut mengada-ngada alias Hoax. Faktanya Sesuai laporan masyarakat, Dana yang diberikan 29 Mei 2020 merupakan dana BLT DD dan tidak ada terbahasakan Dana pribadi oleh aparat kepenghuluan sewaktu pemberian itu.

Team Investigasi Topan RI Rohil ingin secepatnya aparat penegak hukum untuk memproses masalah ini.

“Kami menghimbau Kepada Aparat penegak Hukum untuk segera menindaklanjuti masalah ini. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut dan juga kami meminta Kepada Aparat penegak Hukum harus mengadili demi hak Masyarakat”. Pungkasnya.”! Hamdani.

News Feed