oleh

TBS Kebun JRU Dijarah PTPN I Diperkirakan Rugi Puluhan Milyar Pertahun

Indra Makmu, Baranewsaceh.co – Ibarat jatuh tertimpa tangga, begitulah perumpamaan nasib Perusahan Terbatas Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di Kabupaten Aceh Timur dari tahun ke tahun terus merugi Sejak Tahun 2016 s/d 2019 Perusahaan mencatat kerugian mencapai Ratusan Milyar Rupiah.

Tidak hanya itu Karyawan PTPN I hingga tanggal 16 Januari belum gajian sebagai mana di ungkapkan seorang Karyawan rendahan yang tidak mau disebutkan nama kepada media menuturkan “belum gajian Pak, padahal kami sudah sangat membutuhkan” kata seorang Karyawan Kamis (16/01) saat di konfirmasi BaraNewsAceh.

Sementara Pjs Manager Kebun Julok Rayeuk Utara PTPN 1 Khairullah kepada media BaraNewsAceh saat dikonfirmasi terkait adanya aksi menjarahan secara terang terangan yang dilakukan oleh oknum masyarakat setempat dilokasi afdeling satu Simpang malasia dan Afdeling 6 mengungkapkan bahwa pihak perusahaan telah melayangkan surat himbauan pertama dan kedua, akan disusul surat himbauan ketiga pada pekan depan bulan Januari 2020.

Tepatnya pada tanggal 30/12 Khairullah yang pernah pernah di SPI mengeluarkan surat himbauan pertama dengan nomor : JRU/X/H/321/2019 yang di tujukan kepada keuchik Seunebok Bayu yang berbunyi :

1. Kepada oknum yang mengatasnamakan masyarakat Seuneubok Bayu agar tidak lagi melakukan penyerobotan tanah dan penjarahan Tandan Buah Sawit (TBS) Kelapa sawit di atas tanah milik PTPN 1 kebun Julok Rayeuk Utara secara tidak sah dan melawan hukum.

2. Penyerobotan tanah dan penjarahan TBS secara tidak sah , serta menjual nya untuk keuntungan pribadi/orang lain adalah perbuatan melawan hukum yang dapat dikenakan pidana berlapis pasal 385 dan 363 KUHP serta j.o pasal 107 UU No 39 tahun 2014 tentang perkebunan

3. Apabila masih di jumpai aktivitas penyerobotan tanah dan penjarahan TBS secara ilegal maka petugas pengamanan perusahaan yang terdiri dari personil TNI dan Polisi akan mengambil langkah-langkah hukum tegas dengan menangkap pelaku dan barang bukti untuk.proses sesuai hukum yang berlaku.

4. Selanjutnya apabila timbul keberatan dari masyarakat atau pihak lain nya atas penguasaan areal di maksud oleh PTPN 1 agar menempuh penyelesaian melalui jalur hukum formal.

Kepada media BaraNewsAceh Khairullah menyebutkan bahwa perusahan masih melakukan penindakan secara persuasive kepada pelaku belum diambil tindakan tegas
“Ya kami dari pihak perusahaan sedang melakukan himbauan agar supaya pelaku penjarahan menghentikan aksinya, apabila batas yang ditentukan pelaku masih membandel akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku” tutup Khairullah yang pernah menjabat Staf Pengawas Internal. (Nurdin)

News Feed