oleh

Tangisan Keringat dan Air Mata Ibu

Penulis :  Maulida Ariandy S

Banda Aceh 21 Desember 2019

Kala bayang wajahmu datang menyapa,
Hingga dalam mimpiku pun hadir terlihat senyumanmu, yang membuat aku semakin merindu dan rasanya ingin memelukmu.

Tetesan keringat dan air matamu dulu
berjuang melawan maut saat menantikan kehadiran sang buah hati itulah aku.
Tangisan pertamaku jadi kebahagian tak ternilai bagimu.

Dengan seiring berjalannya waktu, kini ku telah tumbuh dewasa kasih sayang itu tetap sama yang engkau berikan kepada ku dan takkan pernah pudar sedikit pun sepanjang masa.

Dan dibalik senyum mu kau mampu sembunyikan letih mu dan terlihat kuat,
Derita siang dan malam menimpa mu,
tak sedetik pun menghentikan langkah mu,
Untuk bisa memberi harapan baru bagi ku.

Meskipun saat ini aku belum bisa membuat mu bangga, aku tidak akan pernah pernah menyerah demi menggapai asa dan terus berjuang demi sebuah kebahagiaan yang hakiki untuk mu Ibu.

Terima kasih ibuku pahlawanku yang baik
Maafkan aku, bila dulu selalu melukai perasaanmu, Maafkan aku, yang selalu mengecewakanmu. Maafkan anakmu ini ibu

Melalui sebuah tulisan ini ku persembahkan untuk mu Ibu, aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepada mu aku sangat menyayangi mu ibu seperti kau menyangiku.

Kalaulah aku kumpulkan saat-saat gembira dalam hidupku, semuanya tidak akan dapat menyamai indahnya waktu yang aku habiskan denganmu wahai ibu.

Ya Allah Ampunilah dosa ibuku, dan tempatkan lah ditempat yang terbaik, kasihanilah dengan kasih sayang mu, jagalah dari azab kubur dan neraka Mu, dan masukkan lah kedalam surga Mu.

Maulida Ariandy

News Feed