oleh

TA Khalid Respon 9000 Hektar Lebih Lahan Sawah yang Terkendala Sistem Pengairan di Aceh Utara dan Lhokseumawe

WhatsApp Image 2019-12-26 at 00.42.21
WhatsApp Image 2019-12-26 at 00.41.52
WhatsApp Image 2019-12-26 at 00.42.22

 

LHOKSEUMAWE, BARANEWSACEH.CO – TA Khalid Respon Keluhan Petani Terhadap  Sejumlah perwakilan petani 9 Kecamatan di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe mengeluh tidak lancarnya sistem pengairan irigasi Kreung Pase, Kebutuhan air bagi petani adalah mutlak. Rusaknya Bendungan Pase sangat berpengaruh bagi petani dan ini akan sangat berpengaruh juga terhadap Program Nasional “Menuju Swasembada Pangan”. Oleh karena itu Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Aceh Utara Jafar mengundang TA Khalid dalam pertemuan dengan perwakilan petani di 9 Kecamatan tersebut pada Rabu, (25/12/2019) siang di kantor Pengairan Ranting Aron.

Ir. H. TA Khalid MM selaku Anggota Komisi lV DPR RI dimana salah satu mitra kerjanya Menteri Pertanian menyebut tentu harus merespons setiap keluhan petani, sekalipun menyangkut pembangunan bendungan tersebut bukanlah leading Sector Komisi lV, namun karena imbas dari terbengkalainya Bendungan ini sangat berpengaruh bagi petani dengan luas areal tanam sekitar 9.000 Hektar, Maka hari ini kami turun langsung ke lokasi Bendungan.

“Kita advokasikan masalah ini dirapat Fraksi Gerindra Di DPR RI, ada 7 orang Fraksi Gerindra di Komisi V sebagai mitra Menteri kerja yang membidangi pembangunan Bendungan tersebut menjadi Prioritas, mengingat sudah lebih 5 tahun bendungan ini tidak berfungsi dengan baik akibat abrasi dan beberapa persoalan lainnya yang perlu Quick Respons dan solusi dari Pemerintah,”. tutup TA Khalid. (RED)

News Feed