oleh

Syaparudin Telfe Sebutkan Pernyataan Tolak Pj. Bupati Dari Luar, Dinilai Tersandera Pemikiran Yang Sangat Sempit, Simak Beritanya Agar Tidak Gagal Faham

 

GAYO LUES |  Meskipun kepemimpinan Bupati Gayo lues,H. Muhammad Amru-H. Said Sani akan berkhir pada awal Bulan Oktober Tahun 2022 ini. Akan tetapi perbincangan di kalangan masyarakat terkait dengan Pj Bupati untuk mengisi kekosongan kepala Daerah Kabupaten Gayo lues, semakin ramai untuk di jadikan judul pembahasan Netizen di segala tempat juga di warung Kofe.

Dan bukan hanya di kalangan masyarakat saja. Bahkan dari kalangan barisan muda Gayo lues menyatakan untuk menolak Pj Bupati dari luar.! Oleh karena itu, menurut Said Ahmad salah satu Anggota DPRK Gayo lues dari Partai Aceh, menilai pernyataan tersebut, terkesan mengutamakan kehendak dan kemauan sendiri. Pasalnya. Seorang Angota DPRK itu mengakui, dirinya juga sangat berharap,untuk Pj. Bupati Gayo lues ini putra Gayo lues yang terbaik meskipun dia tidak berdomisili di gayo lues ini,hal itu sangat kita dambakan.” Ucapnya Said Ahmad ketika di hubungi media ini melalui Via Salulernya. Rabu.24/08/22

“Namun untuk mengapai hal yang demikian itu,Lanjutnya Said Ahmad,tidak semudah membalikan telapak tangan,tentunya harus mengikuti krakteria sesuai UU Nomor.10 Tahun 2016. tentunya keputusan UU tersebut, sudah dapat kita fahami semua.Hanya itu langkah yang paling tepat untuk menentukan Pj. Bupati Gayo lues ini nantinya.

“Juga Said Ahmad mengakui. Untuk Pj. Bupati Gayo lues ini, sampai saat ini belum ada dibahas di gedung DPRK. Siapa yang akan di rencanakan menjadi orang yang terbaik untuk memimpin Negri ini,dan berapa orang yang akan kita usulkan,hingga hari ini belum ada di ketahui Nama beserta oarangnya. Lho.. Kenapa para barisan muda Gayo lues sudah membuat pernyataan,untuk menolak Pj. Bupati dari luar.? Tanya Said Ahmad. Anggota DPRK, yang dari Partai Aceh itu.

Pada waktu yang berbeda, ketua Aliansi persatuan pemerintahan desa se Indonesia,(APPDESI),Suardiansyah mengatakan kepada media Trentvone.com saat di komfirmasi. Dirinya tidak mengapresiasi pernyataan barisan muda tersebut,untuk menolak Pj. Bupati Gayo lues ini dari luar. “Karena siapapun yang akan menjadi Pejabat Nomor satu di Negri Seribu Bukit ini nati harus kita terima, dan itulah yang menjadi pemimpin Negri ini. Namun harapan kita semua,kiranya Orang yang akan menjadi Pj. Bupati nantinya dapat merasakan apa yang di rasakan oleh Rakyat Gayo lues saat ini,yang baru di sandera oleh Pendemi wabah Covid-19. Harapnya ketua APPDESI itu.

Untuk menyikapi pernyataan barisan muda Gayo lues itu, terkait penolakan Pj. Bupati dari luar. Syaparudin telfe selaku ketua penggiat LSM Forum masyarakat pembela kebenaran Gayo lues.(FMPK) Dia menilai pernyataan barisan muda tersebut, menolak Pj. Bupati dari luar, sepertinya, pernyataan yang sudah di utarakan di kafe D&J beberapa hari yang lalu, bagi saya sangat terlalu dangkal ke netralitasan mereka untuk berpikir.” Lho siapa sih yang tidak ingin darah Gayo lues ini di pimpin putra kita sendiri. Tapi kita kan harus mengkaji terlebih dulu krakterianya seperti apa.dan peraturan nya bagai mana,tidak boleh serta merta menurut kemauan kita sendiri,dan jangan sempit pemikiran kita untuk hal yang seperti ini. Tutup nya Syaparudin Telfe.(RED)

Jangan Lewatkan