oleh

Syafri Kaharuddin Minta Pemkab Bener Meriah Tinjau Ulang Bantuan Bibit dan Pupuk

Bener Meriah Baranewsaceh.co – Teka teki bantuan langsung tunai Ala pemkab Bener Meriah sempat menjadi bumerang dan sorotan dari ribuan natizen media masa dan media sosial. “Pasalnya bantuan yang sebelumnya di gadang gadang akan di berikan sejumlah Rp 500 ribu per/KK, ternyata program tersebut merupakan program bantuan ketahanan pangan yang akan di salurkan dalam bentuk bantuan bibit dan pupuk tanaman.

Semula masyarakat kabupaten Bener Meriah sangat berharap dana tersebut segera di cairkan, mengingat saat ini kondisi ekonomi masyarakat Bener Meriah sedang terpuruk akibat merebaknya wabah pandemi covid 19, yang imbasnya sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat dengan anjloknya harga kopi di pasaran.

Sementara Keberadaan Bantuan ketahanan pangan dalam bentuk bibit dan pupuk, sampai hari ini masih misteri dan belum tersalurkan oleh Pemda Bener Meriah. Serunya lagi di tengah penantian masyarakat akan kehadiran dana sejumlah Rp 500 ribu rupiah tersebut, muncul kembali klarifikasi untuk memperjelas penggunanan dana tersebut. Baca juga : https://baranewsaceh.co/bantuan-rp-500-ribu-bukan-uang-tunai-melainkan-dalam-bentuk-bibit-tanaman-dan-pupuk/

Terkait hal tersebut Syafri Kaharuddin anggota DPRK Bener Meriah dari partai Hanura juga menyampaikan tanggapannya kepada media ini saat di temui di Gedung DPRK Bener Meriah. Senin (04/05).

“Menurutnya program yang telah di gembar gemborkan oleh pemkab Bener Meriah lewat media masa, kiranya perlu untuk di kaji ulang kembali. Karena menurut Safri Kaharuddin saat ini masyarakat butuh isi perut bukan bibit atau pupuk tanaman. Jelasnya.

Selain itu perlu adanya kajian menyeluruh terkait bantuan ketahanan pangan tersebut. “Apakah semua kepala keluarga sudah siap untuk menanam, apakah setiap keluarga mampu dan ahli bercocok tanam, apakah setiap keluarga memiliki lahan untuk di tanam dan begitu juga jenis bibit atau benih yang akan di bagikan. Perlu adanya pemetaan dan zona yang di sesuaikan.

Untuk itu Safri Kaharuddin berharap kepada Bupati Bener Meriah untuk mendahulukan apa yang menjadi skala prioritas kebutuhan masyarakat, agar program tersebut dapat di nikmati dan tidak terkesan mubajir. Karena menurut putra asal kampung Lampahan ini. “Saat ini masyarakat butuh konsumtif. tegasnya.

Ucapannya juga di perkuat berdasarkan data yang di milikinya berdasarkan hasil pantauan ke sejumlah tempat dalam wilayah kabupaten Bener Meriah. “Saat ini masyarakat butuh sentuhan pemerintah mengingat kondisi perekonomian masyarakat mulai terusik akibat adanya pandemi covid 19. Pungkasnya. (Dani).

News Feed