oleh

Sukur : Jangankan Jual Beli Ijazah, Melegalisirnya Saja Saya Tidak Mau

 

Redelong Baranewsaceh.co |  Mencuatnya kepermukaan tentang banyaknya ijazah palsu yang di pergunakan oleh sejumlah oknum untuk meraih jabatan sebagai aparat desa di Kabupaten tetangga, sontak hal tersebut membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah seperti kebakaran jenggot. Pasalnya di kutip dari sejumlah berita yang beredar di duga ijazah palsu tersebut di keluarkan oleh dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah.

Tentu hal tersebut membuat Kadis Pendidikan Bener Meriah berang apalagi ada lagi tudingan miring yang mengatakan bahwa Kadisdik Bener Meriah, ikut menerima dana segar Rp. 5.000.000 juta rupiah perlembar ijazah.

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan Sukur. S.Pd, M.Pd, selanjutnya menggelar konfrensi pers bersama sejumlah awak media di ruang kerjanya. Kamis (14/01)

Menurut Sukur awalnya dia mulai merasa curiga tentang adanya oknum yang bermain yang mengatas namakan dinas pendidikan yang di pimpinnya. Entahkah itu di internal dinas ataupun di luar dinas pendidikan. Karena menurut Sukur Ia pernah mendengarkan keluhan dari
Mantan Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Almarhum Anriyeni, S. Pd. sekitar bulan Maret 2020. Saat itu beliau pernah mengeluhkan karena sejumlah blangko ijazah Paket A, Paket B dan Paket C hilang dari berkas di dalam lemarinya beserta Data Nominasi Tetap. (DNT)

Sejak kejadian itu, saya mulai meneliti dan mengverifikasi secara detil dan ketat terhadap setiap yang melegalisir ijazah Paket A, Paket B dan Paket C dengan mencocokan dengan DNT, sehingga apabila ditemukan ketidak sesuaian ijazah yang dilegalisir dengan DNT, maka ijazahnya tersebut saya tahan.

Pengakuan Sukur sampai saat ini sudah ada 18 lembar Ijazah yang sudah di tahan, dengan harapan pemiliknya, mempermasalahkannya, agar ada celah untuk membongkar jaringannya.

Karena banyaknya yang sudah Ijazah palsu yang sudah saya tahan, maka untuk melegalisir ijazah tersebut, kemudian modusnya berubah yakni, tanda tangan saya di-scan dan di stempel leges, begitu juga stempel dinas turut dipalsukan.

Selanjutnya Fotocopy ijazah yang dilegalisir secara ilegal inilah yang kemudian digunakan oleh sejumlah oknum aparatur kampung yang dicurigai menggunakan ijazah palsu, sebagai kelengkapan administrasi, seperti berita yang beredar.

Sukur juga menyebutkan bahwa, Ijazah paket A Paket B dan Paket C beserta legalisir yang seperti ini, tidak pernah kami keluarkan dari Dinas Pendidikan, melainkan ini dilakukan oleh oknum yang melakukan jual-beli ijazah tersebut, seperti berita yang beredar. Imbuhnya. Jadi dalam kasus ini, Sukur menepis isu keterlibatan institusi Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah. Hingga terkesan saya secara pribadi dan jabatan seolah menerbitkan dan memperjual belikan ijazah.

Dengan tegas Sukur menyangkal “Jangankan menerbitkan dan melakukan jual-beli ijazah, melegalisirnya saja saya tidak mau” ucapnya.

Saya difitnah…! Tegasnya, jika ada yang menyebut saya terlibat dalam peredaran Ijazah palsu seperti ijazah Paket A, Paket B dan Paket C beserta legalisir. Apalagi menurut Sukur ada tudingan melalui akun media sosial Facebook yang menuduh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah menerima uang Rp. 5 Juta rupiah untuk satu lembar ijazah, dan sinyalir sudah kami keluarkan sejumlah 150 lembar Ijazah.

Berdasarkan penelitian yang di lakukan mantan Kabag Humas Pemda Bener Meriah ini, modus operandi memalsukan ijazah ini adalah dengan cara mengganti nama pemilik Ijazah yang aseli yang sudah tercetak di blangko ijazah yang belum diambil oleh pemilik, dengan cara mengerok tulisan nama secara teliti dan hati-hati, kemudian mencetak ulang nama ke blangko ijazah tersebut sesuai nama yang membelinya atau memesannya.
Selain itu dan ada juga yang langsung mencetak nama yang memesan atau yang membeli blangko ijazah yang kosong.

Akibatnya nama pemilik ijazah yang didapat dengan cara ini tidak sesuai dengan DNT dan ini kita pastikan ilegal dan bila masuk ke meja saya untuk dilegalisir langsung kami cabut, dan terakhir kami dikejutkan dengan beredarnya lagi legalisir ijazah Ijazah Paket, yakni ijazah Paket A, Paket B dan Paket C beserta legalisir ilegal dengan mencetak stempel leges dan stempel Dinas, serta men-scaner tandatangan saya selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah.

Sejauh ini menurut Sukur persoalan ini sudah masuk keranah hukum. Terkait tudingan kalau ia ikut menikmati dana segar Rp 5 Juta dari jual beli Ijazah perlembar. Dengan Iklas sukur merasa bersyukur mungkin dengan adanya tudingan ini, ada celah buat aparat penegak hukum untuk membongkar sendikat Ijazah Palsu ini.

Sikap tegas juga di tunjukkan oleh Bupati Tgk Sarkawi beserta Sekda Bener Meriah Drs. Haili Yoga.M.Si, yang meminta Kadis Pendidikan Sukur. M.Pd untuk segera menuntaskan permasalahan ini. Menurut pengakuan Sukur sejauh ini pihak kepolisian dari Polres Bener Meriah sudah memeriksa beberapa bawahannya. Dan juga pihak kepolisian juga sudah meminta keterangan dari dirinya sebagai kepala Dinas. Pungkasnya. (Dani).

News Feed