oleh

Stop! Kekerasan Terhadap Perempuan

Bener Meriah Baranewsaceh. co – Puluhan perempuan di Kabupaten Bener Meriah yang tergabung kedalam organisasi Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) melaksanakan aksi turun kejalan untuk melakukan kampanye Anti kekerasan terhadap perempuan di jalan dua Jalur Kamenag Bandara Rembele Senin (2/12).

Pada kesempatan tersebut mereka melakukan orasi dan membagikan suvernir kepada pengendara yang melintas. Tidak hanya itu, beragam kegitan sebelumnya juga dilaksanakan dalam kampanye tersebut antara lain lomba pembuatan video dokumenter, lomba yel-yel dan seminar sehari.

Kegiatan tersebut turut juga dihadiri oleh Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi, Kepala Kemang Bener Meriah H Saidi B, S.Ag,MA, Ketua TPPKK Bener Meriah Ny Nikmah Sarkawi, Wakil Ketua Mahkamah Syariah purwaningsih, Hakim PN Bener Meriah Siti Salwa, dan peserta sebanyak 250 orang yang terdiri pelajar dan organisasi kemasyarakatan. Pantauan media ini, seluruh peserta yang hadir sangat antusias mengikuti beragam kegitan yang diselengarakan oleh AWPF.

Direktur Aceh Women’s for Peace Foundation Irmasari kepada Rakyat Aceh menyampaikan kegiatan tersebut dilaksankan untuk memberikan penyadaran kepada warga Bener Meriah untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Kedepannya ia menyebutkan, AWPF akan melakukan kegiatan-kegiatan perberdayaan untuk penghapusan kekersan terhadap perempuan diseluruh Aceh.” Peningkatan kapasitas dan kegiatan pemberdayaan untuk kemajuan hak-hak perempuan akan kita terus kita lakukan,” tegasnya.

Ia juga berharap, pemerintah dapat mendukung dan berkontribusi dengan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan-kegiatan penuhan hak-hak perempuan yang ada di Bener Meriah.” Kita juga berharap angka kekerasan terhadap perempuan di Bener Meriah menurun bahkan hingga tidak terjadi sama sekali, ” ujarnya.

Sementara itu Bupati Tgk Sarkawi usai membuka kegiatan tersebu menyampaikan bahwa kampanye anti kekerasan terhadap perempuan sangat penting untuk digalakkan mengingat kasus-kasus besar masih sering terjadi dan melibatkan perempuan sebagai korban.

“ Kita tidak ingin hal-hal serupa terjadi di kabupaten Bener Meriah dan melalui kegitan edukasi ini kami juga berharap kedepanya hak-hak terhadap perempuan terpenuhi dan tidak terjadi lagi kekerasan terhadap perempuan,” ujarnya.

Ia menceritakan, pelaku kekerasan terhadap perempuan biasanya merupakan orang terdekat seperti halnya suami, orang tua abang sepupu, sehingga hal ini perlu dikampanyekan untuk kesadaran bersama.

Menurutnya, anak-anak SMA yang masih berusia remaja harus dibekali buruknya kekersan terhadap perempuan dan anak. “ Pikiran anak-anak sat ini dibentuk oleh media sosial yang didalamnya sering terjadi caci-maki, ejek mengejek dan kata-kata buruk yang selalu di konsumsisetiap hari” sebutnya.

Kekerasan itu katanya, tidak hanya berupa fisik atau pemukulan melaikan kekerasan perbal yaitu kekersan yang muncul dari lidah termasuk membuli orang dan prilaku kekerasan tidak hanya terjadi di rumah melaikan di sekolah.

Kepeda peserta yang hadir Abuya Sarkawi juga berpesan agar materi yang disampaikan tidak hanya dikonsumsi untuk diri masing-masing melaikan harus bisa menjadi duta anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.” Kalian harus menyampaikan hal ini kepada masyarakat dan teman-teman lain,” harapnya.

Dalam kegitan tersebut, turut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada empat orang perempuan antara lain : Siti Salwa Hakim Mahkamah Syar’iah, Purwaningsih Hakim Pengadilan Negeri PN Bener Meriah, Railawati Relawan perempuan difabel, dan alm Bunda Rosmawati Relawan Peduli Perempuan dan Anak.(DN/Uri)

News Feed