oleh

Stempel Geusyik di Pulangkan Ke Kantor Bupati

 

 

ACEH UTARA -Seluruh Geuchik di Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara melakukan mendatangi kekantor Bupati setempat,Senin 08 Februari 2021.Siang

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Asisten 1 Dayan Albar ,dan di jaga ketat pihak kepolisian, dalam pertemuan dengan sejumlah pihak Pemkab menuai protes terhadap Peraturan Bupati Aceh Utara Nomor 1 Tahun 2021,Tentang tapal batas antara dua Kecamatan,Paya Bakong dan Tanah Luas di Waduk Keureutoe Pante Bahagia,Senin 08 Februari 2021.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan
“Geuchik beserta Imum Mukim Se-kecamatan Tanah Luas Menolak Perbup Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Tapal Batas Kecamatan Tanah Luas dengan Kecamatan Paya Bakong. Apabila Perbup Nomor 1 Tahun 2021 tidak dicabut maka kami mengembalikan stempel geuchik kepada bupati Aceh Utara.

Ketua Forum Geuchik Kecamatan Tanah Luas Aceh Utara ,Zakaria Aris melalui Alhalim Ali Forum 1 Mengatakan,menelusuri Perbup yang di keluarkan oleh Pemerintah Daerah Aceh Utara tentang Penentuan, Penegasan, dan Penetapan Batas Wilayah antara Gampong Plu Pakam Kecamatan Tanah Luas dengan Gampong Blang Pante Kecamatan Paya Bakong harus dikaji ulang,karna wiliyah batas Kecamatan Tanah Luas bedasarkan peta adat sebelum nya pembatasan sungai,Kata nya.

“Kita datang kekantor Bupati ini bertujuan bukan demo tapi mencari solusi yang bahwa permasalahan tapal batas antara Tanah luas dan Kecamatan Paya Bakong di tetapkan wilayah tapal batas seperti dasar sebelum nya,hukum kita masih kuat hukum adat, Pemerintahan jangan membuat hukum tertulis yang membuat kami kehilangan hak”,Jelas Al Halim.

Menurut geuchik Forum 1 Tanah Luas Alhalim Ali,tapal batas yang betul adalah sungai, hal tersebut sesuai dengan Peta Pemekaran Paya Bakong dan Peta Kecamatan Tanah Luas, fakta lain adalah surat hibah PT. Setya Agung yang menyebutkan tanah dikembalikan untuk pembangunan Waduk Keureuto atas nama Desa Plu Pakam.

Merasa aksi dan negosiasi tidak ada titik temu Geuchik se kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara mengembalikan stempel tepat setelah audiensi ditutup oleh Asisten I Pemerintah Aceh Utara di Ruang Oproom, Kantor Bupati, Senin (8/3) sekitar pukul 13.00 Wib.

Asisten I Pemerintah Aceh Utara Dayan Albar
Saat negosiasi perwakilan Geuchik tanah luas menyampaikan apa yang menjadi keberatan dari Perbup, selain itu juga disampaikan fakta-fakta tentang tapal batas.

Sementara itu Hal yang sama ditegaskan oleh Camat Tanah Luas Usman K, S.Sos yang juga hadir dalam forum negosiasi.

“Dulu saya tinggal di Tanah Luas, saya waktu remaja bakar ayam di Pante Bahagia, saya juga ikut Pramuka disana, jelas batasnya sungai”, kata Usman K.

Namun karena Perbup menjadikan dasar tapal batas adalah Peta Topografi TNI AD tahun 1997 maka sebagian kecamatan tanah luas menjadi wilayah kecamatan Paya Bakong dan sungai bukan lagi sebagai pedoman tapal batas.

Sedangkan pemerintah Aceh Utara mengatakan jika fakta dan bukti sudah kuat maka pihak yang merasa dirugikan oleh Perbup silakan menempuh jalur hukum untuk membatalkan Perbup tersebut.

“Jalurnya sudah ada, jika nanti pengadilan telah membatalkan Perbup maka kami akan ikuti”, kata Dayan Albar selaku Asisten I Pemerintah Aceh Utara”

Akibat sengketa tapal batas hingga saat ini pembangunan Waduk Keureto belum bisa dilanjutkan karena sengeketa lahan untuk pembayaran tahap III dalam masalah.

Dalam peta tersebut Gampong Plu Pakam kehilangan sebagian wilayah tanah, selain itu ada juga tanah wilayah kecamatan Tanah Luas.

Sedangkan menurut peta pemekaran Paya Bakong tahun 2001 dan peta kecamatan Tanah Luas batas wilayah adalah sungai dan jauh berbeda dengan Peta Topografi TNI AD tahun 1977. (Munawir)

News Feed