oleh

Shalat Idul Adha di Aceh Tengah, Tidak Boleh Datangkan Khatib Dari Luar Daerah

Takengon, Baranewsaceh.co  – Masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tengah tetap diperbolehkan menggelar shalat Idul Adha secara berjama’ah, baik di masjid maupun di lapangan terbuka, namun ada beberapa ketentuan yang wajib dipatuhi oleh penyelenggara shalat ied, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun Kampung/Desa. Salah satu aturan yang harus dipatuhi adalah tidak mendatangkan atau mengundang khatib dari luar daerah dan tidak mengedarkan kotak amal yang bisa menyebabkan kontak fisik tidak langsung antar jam’ah melalui perantaraan kotak amal tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Aceh Tengah, Drs. H. Amrun Saleh, MA dalam konferensi pers bersama Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tengah, dr. Yunasri, M Kes di Sekretariat gugus tugas setempat.

“Tahun-tahun sebelumnya, banyak penyelenggara shalat ied yang mengundang khatib dari luar daerah seperti Banda Aceh, Medan dan Jakarta, namun untuk tahun ini, mengingat kita masih dalam suasana pandemi covid, kita tidak perbolehkan mendatangkan atau mengundang khatib dari luar daerah, ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran covid, begitu juga dengan kotak amal yang diedarkan keliling, juga tidak kita ijinkan, karena bisa memicu terjadinya kontak fisik dengan perantaraan kotak amal tersebut” ungkap Amrun, Selasa (28/7/2020) dihadapan para awak media.

Selain larangan mengundang khatib dari luar daerah, Amrun juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah shalat Idul Adha 1441 Hijriyah ini juga menerapkan protokol kesehatan  sesuai dengan Surat Edaran Menetri Agama RI Nomor 18 Tahun 2020.

Dalam surat tersebut, ungkap Amrun, setiap masjid atau tempat penyelenggaraan shalat ied harus menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan, melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan.

“Setiap Masjid harus membatasi jumlah pintu/jalur keluar-masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan, menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di jalur keluar-masuk yang ada, menyediakan alat pengecekan suhu di setiap pintu masuk,” lanjutnya.

Secara teknis, Amrun juga menjelaskan,  jika ada jemaah memiliki suhu diatas  37,5 derajat celsius, akan dilakukan 2 kali pemeriksaan dengan jeda waktu 5 menit, dan jika  hasilnya masih sama, maka jemaah tersebut didak diperbolehkan untuk mengikuti shalat berjama’ah di tempat itu.

Amrun juga mengingatkan agar penyelenggara juga menerapkan pembatasan jarak, minimal 1 meter, dengan memberi tanda khusus, jama’ah juga diwajibkan menggunakan masker. Dia juga menghimbau agar khatib tidak memperpanjang khutbah, namun tetap memenuhi syart rukunnya dan usai melaksanakan shalat, tidak perlu bersalaman atau berpelukan dengan sesama jama’ah.

“Kepada para khatib, mohon sampaikan inti-intinya saja, tentu dengan tetap memperhatikan syarat dan rukun khutbah, usahakan untuk tidak memperpanjang khutbah, yang penting syarat dan rukun terpenuhi, itu sudah cukup, dan selesai shalat juga tidak dianjurkan bersalaman sesama jama’ah, apalagi sampai berpelukan, ini sangat beresiko” pesan Amrun yang akan segera menempati pos barunya sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gayo Lues itu.

Amrun juga menyinggung kondisi terkahir di kabupaten tetangga, Bener Meriah yang dalam dua hari terakhir mengalami kenaikan kasus positif covid secara signifikan. Dia mengingatkan agar semua pihak waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

“Kasus covid yang terjadi di Bener Meriah dua hari terakhir ini harus menjadi perhatian kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan, karena pada saat hari raya Idul Adha, kemungkinan berinteraksi antara warga Bener Meriah dengan warga Aceh Tengah peluangnya sangat besar, karena kita masih bersaudara, ini mohon juga jadi perhatian para penyelenggara shalat Idul Adha” pungkasnya.

Pada akhir jumpa pers tersebut, Amrun juga berpesan agar dalam penyembelihan hewan qurban, masyarakat juga tetap mematuhi protokol kesehatan. (Fathan Muhammad Taufiq/Aceh Tengah)

 

News Feed