oleh

Semangat Anak-Anak Dalam Memulai Kegiatan Yang Menyenangkan Dengan Belajar Mengaji

Penulis : Palti Ilham Sayhdana

Mahasiswa IAIN Langsa, Jurusan Ekonomi Syariah (EKS)

BARANEWS | Belajar Mengaji adalah suatu aktivitas dalam proses membaca Al-Qur’an oleh anak, bahkan bisa dikatakan jika dalam hal ini yaitu peserta didik yang berusaha memahami atau mempelajarai bacaan Al-Qur’an yang bermula tidak tahu sama sekali menjadi tahu.

Belajar mengaji juga merupakan suatu upaya untuk mendorong anak-anak agar lebih mendalami ilmu agama. Ingatan anak-anak adalah suatu ingatan yang sangat kuat dan cepat tanggap. Jika sedari kecil, anak-anak sudah di biasakan untuk belajar mengaji, maka ketika ia meranjak dewasa nanti ilmu mengaji akan tetap berada di dalam ingatannya.

Gampong Alue Pineung adalah gampong yang terletak di Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Pada tahun 2010, Gampong Alue Pineung di kembangkan untuk membentuk Gampong Alue Pineung Timue. Gampong Alue Pineung Timue mempunyai sebuah TPA yang bernama TPA Nurul Qur’an. TPA Nurul Qur’an ini mempunyai ±35 orang peserta didik dan 3 pengajar. Peserta didik di TPA ini, rata-rata berusia 4 – 14 tahun. Belajar mengaji di TPA Nurul Qur’an dimulai dari Ba’da Maghrib sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Pelajaran awal untuk peserta didik adalah belajar membaca. Pertama mereka di wajibkan untuk mengetahui semua huruf hijayyah. Untuk mempermudah mereka dalam belajar mengetahui huruf hijayyah, mereka belajar dengan pedoman buku Iqro’ jilid 1-6. Ketika sudah selesai mempelajari pedoman buku Iqro’, mereka lanjut membaca ayat-ayat pendek yang ada di Juz 30 dalam Al-Quran. Dalam hal ini, untuk mempermudah mengevaluasi kemampuan anak, pengajar di TPA Nurul Qur’an membagi 3 bagian sesuai jumlah pengajar. Untuk Ustadz Zulkarnain, beliau mengajari anak yang sudah mulai belajar mengaji Al-Qur’an, dimulai dari juz 30, kemudian setelah selesai juz 30, di lanjutkan di juz 1 sampai 30 Juz didalam Al-Qur’an.

Sedangkan Ustazah Siti Imran dan Ustazah Nur Cahaya, mereka membagi anak-anak yang masih belajar mengaji dengan pedoman Iqro’ jilid 1-6 menjadi 2 kelompok. Masing-peserta didik, belajar mengaji sesuai kategorinya masing dengan pengajar yang tidak membosankan. “Mengaji disini sangat menyenangkan, karna di ajari oleh Ustdz/ah yang baik dan ramah”. –Ujar Luthfi Zaki Zaidan (salah satu peserta didik di TPA Nurul Qur’an).

Ustazah Siti Imran atau yang sering di panggil peserta didik dengan sebutan “umi” juga mengatakan bahwa keluhan dalam mengajari anak-anak mengaji hanyalah satu, kenalakan anak-anak. Nakal itu wajar, tidak ada satu anak di dunia yang tidak nakal, karna nakal itu memang sifat anak-anak. Tapi walaupun mereka nakal, ketika di beri peringatan untuk sopan dan tidak mengulangi lagi perbuatan mereka, mereka langsung mematuhinya, bahkan ketika cuaca hujan saja mereka tetap berusaha hadir untuk belajar mengaji di TPA Nurul Qur’an. Itulah hal yang paling menarik dari anak-anak di TPA ini, mereka nakal tapi menyenangkan, dan mereka masih kecil tapi mereka memiliki semangat yang tinggi untuk belajar mengaji. Anak-anak seperti inilah yang diinginkan oleh semua orang tua di dunia ini.

News Feed