oleh

SEMA IAIN Takengon Nyatakan Sikap Terkait polemik KPK, Dengan Menggelar Aksi Simbolik di Tugu Aman Dimot

 

ACEH TENGAH, BARANEWS | Dilatarbelakangi upaya pelemahan KPK secara terstruktur. SEMA IAIN Takengon selenggarakan reaksi simbolik penyalaan lilin dan yasinan untuk KPK.

Kegiatan tersebut berlangsung di Tugu Aman Dimot, Jum’at Malam. Dalam reaksi tersebut, SEMA IAIN Takengon juga menyampaikan pernyataan sikap, antara lain ssebagai berikut:
1. Menolak Pengujian Perundang-Undangan secara Formil Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK).
2. Menolak Surat Keputusan Nomor 1354 Nomor 2021 yang resmi disahkan atau dikeluarkan pada 13 September 2021 kepada beberapa pegawai KPK yang menyatakan dengan resmi beberapa pegawai yang tidak lulus seleksi TWK tidak tercatat sebagai pegawai KPK terhitung mulai dari tanggal 30 September 2021.
3. Mendesak Ketua KPK bersama POLRI serta Mahkamah Konstitusi (MK) mengadakan pengusutan tuntas perkara hukum jika memang ada oknum-oknum yang bersalah.
4. Mendesak Ketua KPK untuk menjalankan kewajiban pertanggungjawaban kepada publik atas pelaksanaan tugasnya dan membuka akses informasi sesuai Pasal 20 ayat (1) dan ayat (2) huruf c UU KPK atas hasil asesmen yang dijadikan penilaian dan kebijakan untuk menyingkirkan pegawai KPK melalui proses penelitian khusus (litsus);
5. Menuntut tegas adanya Penguatan KPK diiringi dengan Transparansi dengan mengeluarkan pengaturan lebih lanjut mengenai kewenangan KPK untuk merekrut penyidik dan penuntut independen dan perlu adanya pengaturan lebih lanjut.
6. Mendesak Ketua KPK untuk menyudahi segala bentuk tindakan yang ditujukan sebagai bagian dari proses pelemahan dan pembusukan KPK.

Demikian pernyataan sikap Senat Mahasiswa IAIN Takengon sebagai respon terhadap pelemahan KPK yang secara masif dilakukan belakangan ini. Wali Ara selaku koordinator Aksi mengungkapkan “Tiga minggu tragedi berdarah #G30SKPK berlalu, namun para pemikul beban diam menutup mata dan telinga.” Ujarnya (Red)

News Feed