oleh

Sekda Tinjau Inovasi Sekolah di Kampung masing masing Non Daring

Bener Meriah Baranewsaceh.co  |  Sebuah inovasi pendidikan di tengah merebaknya covid 19 di Kabupaten Bener Meriah yaitu sekolah di kampung masing masing. Program belajar di kampung masing masing dan non Daring merupakan ide dan gagasan dari anggota DPRK Bener Meriah Sapri Gumara bersama reje kampung Linung Bale Alpiah.

Menganggap itu suatu inovasi baru. Sekda Drs Haili Yoga di dampingi kadis pendidikan Sukur. S.Pd. M.Pd beserta jajaran dinas pendidikan dan camat Gajah putih mendatangi guna meninjau langsung proses belajar mengajar di kampung masing masing non daring, seperti di Kampung Linung Bale kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Selasa (11/08).

Dalam kunjungannya di balai desa Linung Bale. Sekda Haili Yoga sempat melakukan dialog langsung dengan sejumlah murid menyangkut proses belajar mengajar di rumah dengan di tempat belajar sejarang. Fadli salah seorang peserta didik langsung menjawab lebih nyaman belajar di balai desa ketimbang di rumah alasannya karena tidak ada paket internet.

Seusai meninjau dan menyaksikan sendiri suasana belajar swadaya di kampung Linung Bale. Sekda Drs Haili Yoga, kepada media Baranewsaceh.co mengatakan. Ini adalah sample pendidikan yang merupaka ide dan inovasi kreatif baru dalam bentuk gagasan yang perlu kita pertimbangkan. Karena menurut sekda anak anak di tingkat Sekolah dasar (SD) memang sudah 6 bulan tidak sekolah, tentu ada rasa jenuh dengan proses belajar di rumah. Kita berharap dengan adanya proses belajar yang bersifat Swadaya ini, setidaknya dapat menghidupkan kembali gairah belajar dari murid murid yang telah lama vakum. ” Kita belum tau kapan wabah covid 19 ini akan berakhir. Maka ide kreatif ini mungkin dapat menjadi solusi sementara sembari menunggu sekolah umum aktif kembali.

Namun hal yang perlu di perhatikan adalah pengawasan yang ketat dari guru dan orang tua. Karena ini bersifat swadaya, jadi kita tidak mengenal ada istilah PNS dan non PNS. Jika kedepan ini di pandang baik, tidak tertutup kemungkinan kampung lain juga akan melakukan hal yang sama. Namun di balik itu Sekda Drs. Haili Yoga juga mempertegas menyangkut pertanggung jawaban, penggunaan anggaran, agar di kemudian hari tidak muncul masalah baru. Pintanya.

Hal Senada juga di sampaikan oleh Kadis Pendidikan kabupaten Bener Meriah Sukur, S.Pd. Menurutnya, Pendidikan ini merupakan keinginan dari masyarakat dan di inisiasi oleh masyarakat sendiri bersama reje kampung. Namun di balik yang perlu kita ingatkan bahwa hal yang paling penying yang harus di terapkan dan di perhatikan adalah mematuhi protokol kesehatan serta menjaga murid agar steril dari yang namanya covid 19.

Sukur juga menyebutkan bahwa proses belajar mengajar di sekolah umum, bahwa berdasarkan Instruksi Bupati nomor 6 tahun 2020, khusus untuk sekolah tingkat SMP. Masa tenggang waktu proses belajar mengajar yang semula dilakukan secara tatap muka, kemudian di alihkan kembali ke Daring berakhir hari ini. Selasa (11/08). Selanjutnya akan di lakukan kajian ulang dan di godok kembali, apakah di lanjutkan atau tidak. “Kemungkinan dalam waktu dekat akan ada instruksi yang lainnya “Sementara menyangkut dengan sekolah tingkat SD. Berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri, Pendidikan tingkat SD baru akan di mulai pada pertengahan bulan September” Tutupnya.

Berdasarkan pantauan media ini sejumlah wali murid terlihat begitu antusias dengan kembalinya anak anak mereka ke bangku sekolah.
Turini (55) salah seorang wali murid mengatakan. Kita meyakini bahwa hasil pendidikan yang didapat tidak semaksimal saat anak anak duduk di bangku sekolah. Tapi kita berharap dengan adanya proses belajar mengajar di kampung non daring ini, sedikit meringankan beban bagi kami orang tua. Kemudian anak anak tidak tidak di jauhkan dengan yang namanya proses belajar mengajar. Sehingga ketika mereka kembali ke bangku sekolah. Mereka tidak asing lagi dengan yang namanya sekolah dan pendidikan.

Disisi lain sang inovator Safri Gumara juga menimpali bahwa ” Kita belum tau kapan covid 19 ini akan berakhir. Namun setidaknya kalaupun hal itu berlanjut, proses belajar di pastikan aman. Pungkasnya. (Dani)

News Feed