oleh

Sejumlah Tambang Galian C di Bener Meriah Diduga Bermasalah

 

Bener Meriah Baranewsaceh.co |  Galian C merupakan salah satu sumber PAD Kabupaten Bener Meriah. Semakin banyak usaha pertambangan ini tentu semakin banyak pula konstribusi yang di hasilkan bagi daerah, tentunya melalui setoran pajak yang di hasilkan. Kendati demikian tidak semua usaha pertambangan galian C yang ada di Kabupaten Bener Meriah dapat mematuhi aturan yang telah di tetapkan.

Sumber media ini yang tak ingin di sebut namanya sangat menyesalkan dan merasa kecewa dengan tindakan yang di lakukan oleh beberapa oknum pengusaha galian C, yang pada prinsipnya tidak mengindahkan aturan yang berlaku,  Rabu (02/12).

Ia juga menjelaskan bahwa persoalan utama terhadap usaha pertambangan galian C adalah menyangkut masalah rekomendasi UKL dan UPL dari Dinas Lingkungan Hidup atas ijin penambangan. Untuk itu Ia meminta Polda Aceh agar segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini, hal ini dikarenakan mengingat ijin menyangkut pertambangan di keluarkan oleh pihak provinsi Aceh.

“Berdasarkan data yang berhasil kami himpun ada 6 unit tambang galian C di Kabupaten Bener Meriah yang diduga bermasalah, masing masing tiga (3) unit tambang di Kecamatan Weh Pesam dan 3 unit tambang lagi di Kecamatan Timang gajah.

Data tersebut juga di kuatkan dengan apa yang telah di sampaikan oleh dinas Pekerjaan umum dan perumahan Rakyat Kabupaten Bener Meriah dengan Nomor 765/86/2020 tanggal 16 oktober 2020, bahwa terdapat 6 titik galian C yang sudah mengerjakan pengalian material di luar titik koordinat.

Sebagai contoh salah satu galaian C dalam perizinan hanya memiliki lahan seluas 2.500 meter, namun yang di kerjakan telah melebihi titik koordinat hingga mencapai luas kurang lebih 19.218 meter.

Selanjutnya berdasarkan data Dinas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bener Meriah juga telah melayangkan surat kepada Bupati Bener Meriah Cq Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu dengan nomor 660/440/2020 terkait pancabutan Rekomendasi UKL-UPL.

Lain lagi persoalan dengan masyarakat dusun Musara Pakat kampung Weh Pesam, Kecamatan Weh Pesam Kabupaten Bener Meriah. Masyarakat meminta pemerintah daerah untuk meninjau ulang terkait ijin pertambangan galian C yang sangat berdekatan dengan lokasi dusun yang mereka tempati.

Mereka juga telah membuat surat pengaduan bersama dengan nomor Ist/X/MP/2020 yang di tanda tangani bersama. Sedangkan menyangkut isi dan keluhan serta alasan yang di kemukakan adalah terkait Batas waktu jam kerja, kedalaman galian, dan terlalu dekat dengan pemukiman warga setempat.

Pada intinya pengaduan tersebut. meminta seluruh instansi terkait agar meninjau ulang Ijin sejumlah usaha galian C yang berada di wilayah dusun Musara Pakat. Masyarakat juga meminta dinas dan instansi terkait untuk menertibkan tata cara menggali di lokasi galian C, agar tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat sekitar. (Dani)

News Feed