oleh

Samsul Bahri: Tari Saman Harus Aktif Dalam Ruang Digital

 

 

GAYO LUES, BARANEWS | Pengenalan Tari Saman asal Gayo Lues harus aktif dalam ruang dunia digital agar orang-orang luar dengan mudah mengakses dan mempelajari secara dalam tentang Tari Saman.

Demikian disampaikan Syamsul Bahri, S.Pd., M.A.P saat menjadi salah satu narasumber webinar gerakan nasional literasi digital 2021 Kabupaten Gayo Lues yang diselenggarakan Kominfo, Rabu (22/09/2021).

Ia menyebutkan, Tari Saman memang telah menjadi milik dunia, hal ini sesuai dengan pengakuan UNESCO yang menempatkan tari Saman sebagai warisan budaya tak benda pada 24 November 2011.

Pun demikian, bukan berarti Tari Saman sepenuhnya bisa dikenali orang banyak secara mendalam, hal ini terbukti pada pembukaan asia games di Indonesia pada 2018 lalu tari ratoeh Jaroe yang ditampilkan malah disebut-sebut sebagai tari Saman.

“Padahal jelas dari hampir semua sisi tari ratoeh Jaroe dan tari Saman sangat berbeda, perbedaan yang signifikan, Saman penarinya laki-laki, sementara ratoeh Jaroe dibawakan perempuan, ” ungkapnya.

Pengenalan Tari Saman melalui media center atau media resmi tari Saman tak hanya penting tetapi wajib dipromosikan secara besar-besaran disemua platform media, baik itu YouTube, Facebook, Instagram dan website resmi agar semua orang dapat membedakan mana tari Saman yang asli mana yang bukan.

Selain digital, Saman Center atau gedung Saman dapat dijadikan pertimbangan bagi Pemerintah untuk membangunnya, hal ini berguna untuk memperkenalkan Saman dari semua aspek didunia nyata.

“Gedung Saman ini juga dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Gayo Lues yang ingin mempelajari sejarah tari saman dari generasi ke generasi,” ucapnya. (ABDI)

News Feed