oleh

Resitasi Membangun Semangat Belajar Di Masa New Normal Covid-19

 

Nama penulis : Ocvita Putri

Prodi : pendidikan agama islam

Fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan IAIN langsa

LANGSA, BARANEWS ACEH.CO | Pandemi covid 19 yang melanda dunia sudah lebih satu tahun ini berdampak terhadap perubahan aktifitas belajar mengajar. Tak terkecuali di negeri ini, sejak maret aktifitas pembelajaran daring menjadi sebuah pilihan kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk mencegah penyebaran covid 19 semakin meluas. Praktik pendidikan daring (online learning) ini dilakukan oleh berbagai tingkatan jenjang pendidikan sejak tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Tidak ada lagi aktifitas pembelajaran di ruangan kelas. Pemerintah pun membatasi pertemuan manusia dalam jumlah yang banyak. akibatnya banyak anak yang malas dan hanya bermain game saja, sementara belajar itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Di era new normal ini dunia pendidikan dipaksa oleh keadaan beradaptasi dengan cepat. Mendikbud sudah mengeluarkan pernyataan bahwa masing-masing sekolah mulai menyiapkan diri dalam penyelenggaraan pendidikan di era new normal. Masa-masa transisi pembelajaran masih menggunakan metode online. Sekolah wajib mencari solusi terkait bagaimana era new normal bisa tetap dilangsungkan, tanpa mengabaikan peran guru sebagai pengajar. Sekarang era new normal dimana sekolah kembali dibuka  tetapi dengan sistem yang berbeda yaitu secara bergantian. Akan tetapi masih banyak anak-anak yang tidak semangat belajar. Saya Ocvita putri mahasiswi prodi  PAI Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Sebagai mahasiswi saya berinisiatif untuk membuat satu balai pertemuan untuk mengajar mereka.

Kabupaten aceh tamiang adalah salah satu kabupaten di provinsi aceh, indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari kabupaten aceh timur dan terletak di perbatasan aceh sumatra utara. Salah satu desa kabupaten aceh tamiang adalah desa kotalintang yang Merupakan Salah Satu Kelurahan Yang ada Di Kecamatan Kualasimpang, Kepala datuk nya pak Azmi Arifin. Dimana desa ini mempunyai penduduk yang ramai serta banyak juga anak-anak yang usianya mulai dari 4 sampai 13 tahun.

Saya melihat di desa kota lintang banyak anak-anak lebih senang bermain game online yang nantinya akan membuat mereka tidak mau belajar. Sebelum saya melakukan kegiatan, saya meminta izin kepada orangtua mereka untuk mengajar. Banyak orangtua yang mengeluh karna anak mereka malas belajar sehingga mereka lupa dengan pelajaran. Saya juga berfikir bahwa belajar di sekolah secara bergantian di masa new normal ini tidak cukup untuk meningkatkan minat belajar, karna itu saya membuat pertemuan ini dengan mengumpulkan 10 orang anak. Pada pertemuan ini saya mengajar mengaji dan membaca setiap hari senin sampai kamis pada jam dua siang,  mengajar mereka tidak begitu lama hanya satu jam.

Tidak hanya belajar mengaji dan membaca tetapi saya juga mengajar dengan menggunakan metode resitasi dimana metode ini mengharuskan anak-anak mengamati sesuatu dan menyimpulkan. Contohnya menanyakan “Apa saja yang terdapat pada pohon?”. Dengan metode ini bisa membuat anak-anak berimajinasi dan menyimpulkan apa sih yang ada di pohon tersebut, sehingga rasa ingin tahu mereka muncul serta semangat belajar semakin meningkat. Namun, seiring waktu bisa meningkatkan minat belajar mereka kembali.

Dari pertemuan ini, banyak manfaat yang di dapat selain meningkatkan minat belajar hal ini juga bisa membuat anak-anak tersebut mempunyai banyak teman. Sebagai mahasiswi, dengan di selenggarakannya KPM ini menambah pengetahuan dan pengalaman saya dalam mengajar. Sehingga mereka juga mendapat ilmu pengetahuan yang saya ajarkan dan meningkatkan minat belajar mereka di masa new normal.

News Feed