oleh

Rekruitmen Penyuluh Agama, Kemenag Aceh Tengah Dinilai Hanya Membuka Secara Abal-Abalan

-ACEH TENGAH, HEADLINE-201.439 views

 

Takengon-Baranewsaceh.co : Pimpinan Persatuan Ulama Lintas Tengah Kabupaten Aceh Tengah mempertanyakan rekruitmen tenaga Penyuluh Agama Islam Non PNS (PAI), yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tengah pada Tanggal 08 Desember 2019 lalu dan hasil dari rekruitmen telah disampaikan kepada KUA masing-masing Kecamatan yang ada di Aceh Tengah pada hari ini Tanggal 23 Desember 2019.

Sekretaris Persatuan Ulama Lintas Tengah, Syahidin, S.E., M.Si. menilai jika rekruitmen Penyuluh Agama Islam Honorer (PAIH) tersebut hanya formalitas belaka. Pasalnya yang lolos testing ternyata masih merupakan orang lama.

Terkait seleksi Penyuluh Agama Islam Honorer (PAIH) khusus di Aceh Tengah, ternyata setelah seleksi administrasi, tes tertulis dan terakhir tes wawancara, saat dibuka minggu kemaren oleh Kantor Kemenag Aceh Tengah yang diprioritaskan itu hanya PAIH lama. Jumlah pendaftar 214 yang diterima hanya 47 orang dan saya pikir hampir setengahnya orang lama.

Menurut Syahidin. Penyuluh Agama Islam Honorer yang lulus kali ini rata-rata orang lama, salah satunya adalah PAIH yang mengundurkan diri sebelumnya karena maju dalam pileg dan gagal di pileg kembali mendaftar ke Penyuluh hasilnya lulus, ada lagi Penyuluh yang mengundurkan diri karena maju dalam pemilihan Reje Kampung, gagal menjadi Reje kembali mendaftar ke Penyuluh hasilnya lulus, banyak Penyuluh lama yang tidak lolos dari hasil Evaluasi selama menjadi Penyuluh karena tidak mempunyai laporan kegiatan atau kinerjanya jelek kembali mendaftar dan dinyatakan lulus pada hari ini. Salah satunya adalah Penyuluh Kecamatan Linge, Kecamatan Kebayakan, Kecamatan Bebesen, Kecamatan Silih Nara, Kecamatan Bies, Kecamatan Rusip Antara dan Kecamatan yang lainnya. Kebenaran ini saya tanyakan langsung kepada yang mewawancarai peserta ujian penyuluh dan dia membenarkan memang benar ada penyuluh lama yang lulus dan ada juga yang baru.

Syahidin pun menilai kalau prioritasnya adalah orang lama maka tidak perlu ada seleksi terbuka karena kasihan pendaftar yang jauh telah banyak berkorban seperti waktu dan biaya, kalau hanya sekedar menambal sulam kekurangan personel yang lama sebaiknya dilakukan tes penerimaan secara tertutup. Sebab dengan cara terbuka yang melibatkan massa yang banyak justru mengakibatkan banyak pihak yang dirugikan.

Alasan yang saya dengar juga dari pengawas ujian pada saat itu, kalau penyuluh baru yang diluluskan maka mekanisme kerjanya kembali kedasar atau harus diberikan pelatihan yang memadai, kalau orang lama yang lulus dia sudah jelas mengetahui tampa harus dikoordinir karena sudah berpengalaman dimasa menjadi penyuluh. Inilah salah satu alasan Kemenag Aceh Tengah mempertahankan kinerja orang yang jelek untuk menghindari pembekalan dasar atau pelatihan. Padahal salah satu tugas PAIH adalah bisa menjaga NKRI, bisa menjaga tumbuhnya intoleransi sesama kita.

Proses seleksi PAIH kali ini Syahidin, S.E., M.Si. menilai Panitia kurang siap dan kurang memperhitungkan kemaslahatannya, salah satunya ujian dijanjikan hanya dilaksanakan dalam satu hari menjadi dua hari sehingga calon penyuluh harus pulang pergi dan kembali keesokan harinya untuk mengikuti tes wawancara di Kantor Kemenag Aceh Tengah, diawal saja sudah tidak efektif ditambah lagi dengan hasil kelulusan pada hari ini, banyak peserta yang akan memprotes dari hasil yang sudah diumumkan karena adanya kong kali kong dalam penetapan keputusan, siapa yang dekat dia yang dapat, siapa ada orang hebat dia pasti sehat. Bukan dinilai dari kualitas dan kemampuan peserta. (RELIS)

News Feed