oleh

Reformasi Birokrasi Sebagai Alat Pencegahan Patologi Birokrasi

 

(Oleh Reza Kartika, Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara, FISIP UIN AR-RANIRY)

Birokrasi merupakan hal yang harus diwujudkan oleh pihak yang mempunyai otoritas didalam suatu negara yang disebut dengan pemerintahan, dalam hal ini pemerintah merupakan aktor utama yang menjalankan tata kelola sistem birokrasi disuatu negara. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik merupakan aspek yang harus selalu diperhatikan oleh penguasa negara, baik ditingkat nasional maupun regional.

Birokrasi yang ada di indonesia saat ini masih belum relevan dalam penerapannya, banyak permasalahan yang belum teratasi dari sistem birokrasi saat ini, salah satu penyebabnya adalah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menjalankan tugasnya sesuai dengan kemauannya, sehingga ini merupakan patologi birokrasi yang terus merusak citra dari good governance itu sendiri.

Perilaku unprofesional menujukkan bahwa sistem birokrasi kita terus melemah, budaya korupsi terus diperlihatkan oleh para kabinet maupun birokrat. Permasalahan ini terjadi diberbagai organisasi pemerintahan, pertanyaannya adalah kapan kita mewujudkan grand desain reformasi birokrasi yang sesuai dengan Peraturan Presiden No 81 Tahun 2010 ? padahal dengan adanya tawaran baru mampu menyelesaikan permasalahan yang ada, adapun banyak tujuan yang harus kita lihat dari pedoman tersebut, diantaranya adalah mampu mengurangi dan mengakhiri setiap penyalahgunaan kewenangan publik oleh pejabat publik itu sendiri, sehinga terobosan tersebut dapat memberikan keuntungan besar bagi seluruh rakyat indonesia terutama meningkatnya mutu pelayanan masyarakat yang antisipatif, proaktif dan efektif.

Berbagai permasalahan yang ada saat ini dari tatanan pemerintahan harus menjadi alasan hadirnya transformasi birokrasi yang sesuai dengan pengharapan masyarakat, banyak masyarakat yang hari ini tidak tahu harus mengadu kemana ketika suatu urusan pelayanan yang berbelit-belit menerpa mereka, terlalu banyak aturan yang membingungkan sehingga pelayanan menjadi tidak efektif dan efesien pula. Mungkin ini merupakan contoh kecil yang sudah kita anggap sebagai kebiasaan, ketika anggapan itu yang ditanamkan oleh masyarakat maka pelayanan yang buruk telah diciptakan oleh suatu instansi penyelenggara pemerintahan, penulis menganggap disinilah negara gagal dalam mewujudkan beberapa indikasi good governance didalam suatu negara.

Pada saat ini kita menyadari bahwa tingkah laku kurang profesional para penyelenggara pemerintah memang benar adanya, baik dari oknumnya maupun sistem pelayanan yang ada. Hal seperti inilah yang harus menjadikan kajian pokok untuk reformasi birokrasi sebagai upaya pencegahan patologi birokrasi, dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk perbaikan tata kelola sistem pemerintahan bahwa tidak menutup kemungkinan untuk menghasilkan karakter birokrasi yang berkelas dunia (world class bureaucracy).

Reformasi birokrasi harus menjadi suatu pola pergerakan yang nyata untuk di realisasikan secepat mungkin oleh pihak penyelenggara pemerintahan, ada beberapa hal yang dianggap penting untuk terus dibena, anatara lain adalah penyederhanaan birokrasi, manajemen kinerja birokrat dengan sesuai dengan tupoksinya, tata kelola pemerintahan yang cepat dan tepat melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan pelayanan publik yang sebaik-baiknya (Pelayanan prima), baru bisa menghasilkan energi positif dari masyarakat terhadap pemerintahan dan juga meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Perlu kita ingat kembali mengapa reformasi birokrasi itu penting, karena hingga saat ini setiap hari  semua orang masih berurusan  dengan  administrasi dan  birokrasi  pemerintahan. Dengan demikian, ruang lingkup pekerjaan  administrasi dan  birokrasi  publik sesungguhnya masih cukup luas. Mindarti, menyebutnya segala penyelenggaraan  atas segenap kepentingan publik dan masalah publik (public interests dan public affairs) yang ada pada suatu negara,  merupakan   ruang  lingkup  kegiatan  adminisrasi  dan  birokrasi  public (2016:4).

Penulis mengharapkan dengan adanya tulisan ini, maka dapat membuka pikiran pada pihak-pihak terkait untuk penyempurnaan birokrasi dan berupaya mencegah berbagai penyakit birokrasi yang terjadi pada masa sekarang ini. Terima kasih

News Feed