oleh

Refleksi 19 Tahun Lahirnya Kabupaten Bener Meriah

Bener Meriah Baranewsaceh.co – “Begitu indah syairnya Gurdi Damora tentang Jalan ke Belang, tapi tidak bercerita tentang jalan Lukup tembus Samar Kilang. Mereka rindu ingin melihat kota pondok baru yang baru, mereka ingin mendengar desing pesawat, kapan mendarat di Rembele Bale Atu”

Titip salam dan bingkisan untuk tanah leluhur, sebuah artikel yang pernah di di terbitkan di sebuah tabloid lokal Gayo Tribune. Tulisan ini kemudian mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat Gayo. IM. Daim (Gayo Lues) mantan anggota DPRK
Aceh Tenggara, “Katakanlah Orang Gayo Lut, tingkat pendidikan sudah setingkat diantara Gayo yang lainnya namun tidak satupun berani mempelopori terbentuknya Provinsi (Geson). Opini yang terkesan provokasi adalah pemicu gairah perjuangan. Tidak lama berselang muncul gagasan dan ide pembentukan provinsi baru yang di cetuskan oleh Ir. Tagore Abu Bakar dengan nama GALAKSI.

Lalu apa itu ALA dan kenapa mesti ALA, bagaimana awalnya ALA, dan siapa tokoh tokoh pencetus ALA. Sejenak mari kita bernostalgia ke masa lalu. ALA pertama sekali di cetuskan oleh Prof. Dr. Baihaki.AK di sebuah pematang Sigli. Nama ALA di ambil dari bahasa Alquran yakni Surat Al – Ala yang berarti maha tinggi. Sedangkan gagasan dan ide pencetusan Provinsi ALA bermula saat masih bergejolaknya gerakan DII/TII pada tahun 1953 di bawah pimpinan Tgk. Daud beureueh, Namun wacana ini pada akhirnya harus buyar dan tenggelam seiring kembalinya kepangkuan NKRI para punggawa gerakan DII/TII kala itu

Barulah sekira tahun 1999 wacana pemekaran itu kembali bergelora, pasca jatuhnya rezim pemerintahan orde baru. Wacana pemekaran provinsi itu terus menguat, Sedangkan salah satu syarat untuk mendirikan sebuah provinsi baru, harus ada 5 (lima) kabupaten pendukung.

Langkah maju ke arah itu terus di lakukan. Bupati Aceh Tengah Mustapa.M.Tami kemudian memanggil sejumlah tokoh tokoh penting dataran tinggi Gayo baik di Gayo Lues maupun di Bener Meriah. Khusus di kabupaten Bener Meriah pada waktu itu di bentuklah sebuah tim yang lebih di kenal dengan sebutan tim 9 guna untuk menggalang kekuatan dan pendanaan. Tim ini kemudian di tingkatkan statusnya menjadi komite pemekaran kabupaten Bener Meriah yang di ketuai oleh Tgk. Khairurrasid. BA.

Tanpa bermaksud melupakan jasa para tokoh dan pejuang lainnya yang mungkin namanya tidak tersebut dalam tulisan ini. Perjuangan komite pemekaran kabupaten Bener Meriah akhirnya menemui titik terang. Bayi yang lahir pada tanggal 18 Desember 2003 telah di tetapkan dalam sebuah undang undang no 41 tahun 2003 dan di beri nama Bener Meriah. Namun seiring waktu bayi yang bernama Bener Meriah itu baru di resmikan pada tanggal 07 Januari 2004.

Kini bayi yang bernama Bener Meriah itu sudah beranjak remaja dan telah berusia 19 tahun. Waktu yang terlalu muda bagi kabupaten ini, bila di banding bandingkan dengan kemajuan kabupaten induknya. Waktu yang terlalu singkat bagi kabupaten ini untuk di kagumi dengan sebutan kabupaten maju.

Tercatat sudah 13 orang yang pernah menduduki kursi panas dalam jabatan Bupati Bener Meriah. Dari jumlah tersebut hanya 3 (tiga) yang terlahir dari hasil pemilihan rakyat, selebihnya terlahir dari sistem birokrasi, baik itu sebagai Pelaksana Tugas Bupati (PLT) atau sebagai Pejabat Bupati (PJ). Kemudian dari jumlah di atas hanya satu pasangan yang berhasil menyelesaikan tugas sampai selesai masa jabatannya.

Berkaca dari hasil capaian pembangunan Bener Meriah saat ini, sepertinya di butuhkan rasa pengabdian yang tinggi dari seorang pemimpin di negeri ini, berjiwa besar, berpikir maju, berinovasi serta mampu melakukan lobi lobi cantik ke pemerintah pusat dan pemerintah Aceh, agar keberadaan kabupaten di hamparan Cempege ini memiliki nilai plus dalam segala hal.

Terlalu sempit ruang dan waktu bagi sejumlah pemimpin Bener Meriah dalam menata Kabupaten ini. Hal ini di sebabkan karena kehadiran pemimpin selama ini hanya bersipat dadakan dalam kapasitas sebagai PJ dan PLT Bupati dengan masa jabatan tidak lebih dari satu tahun.

Belum sempat membuat kebijakan baru,sudah berakhir masa jabatan, sedangkan pemimpin di tahap berikutnya belum tentu memiliki kebijakan sama. Iming iming kehadirannya hanya sebatas menyelesaikan satu kali mata anggaran.

Lalu bagaimana membagun sinergi dan singkronisasi antar legeslatif dan eksekutif dalam hal program kebijakan. Sedangkan setiap program selalu menjadi tarik ulur kepentingan, akibatnya kebijakan hanya tertumpu pada kegiatan instan tanpa mampu berpikir untuk jangka panjang 10 atau 15 tahun kedepan.

Kita berharap ada singkronisasi kegiatan secara gotong royong yang dapat di lakukan seperti era masa pemerintahan Mustapa.M.Tami. Sebagai Contoh di bidang pariwisata, yaitu Pemandian air panas Simpang Balik. “Keberadaan air panas Simpang Balik adalah magnet utama bagi kelangsungan pariwisata Bener Meriah. Kalau kita berbicara ke indahan alam, daerah lain juga punya, kalau kita berbicara danau di tempat lain juga banyak. Berbicara tentang kemewahan yang datang itu bukan orang orang dengan latar belakang ekonomi lemah.

Umumnya para wisatawan yang hadir dan singgah di kabupaten Bener Meriah adalah orang orang yang mencari wisata yang bersipat original yang bersentuhan langsung dengan alam. Lalu apa yang bisa kita tawarkan kepada para wisatawan agar mereka betah untuk beberapa waktu di Bener Meriah.

Solusinya adalah pemandian air panas Simpang Balik harus di tata ulang,dan di buat lain. Sebagai langkah awal harus ada komitmen bersama dari seluruh anggota DPRK Bener Meriah, dan sejumlah anggota DPR Aceh guna melakukan patungan anggaran dalam membagun pemandian air panas tersebut.

Sebagai contoh masing masing anggota dewan kiranya dapat memplotkan pokirnya senilai 100 juta setiap mata anggaran selama 5 tahun. Bila 25 anggota DPRK memberi andil 100 juta dari pokirnya berarti dalam satu tahun mata anggaran ada sekira 1,5 milyar anggaran yang bisa di serap untuk pembangunan pemandian air panas. Hal tersebut sudah terpangkas pajak dan keuntungan perusahaan.

Sebagai langkah awal di lakukan planing yang baik, pembebasan lahan baru yang agak jauh dari pusat kota Simpang Balik. Jika hal tersebut dapat di pertahankan dan berlanjut selama 5 tahun kedepan berarti ada 7 milyar dana yang tersedia.

Lalu dengan dana 7 Miliyar kira kira semegah apa pemandian air panas Simpang Balik. Kemudian di tambah lagi dari sejumlah anggota DPR Aceh sebanyak 6 orang yang juga harus komitmen dengan hal tersebut. Jika hal tersebut dapat terwujud saya rasa para wisatawan enggan beranjak dari kabupaten Bener Meriah. Tentu di balik itu harus punya konsep pembangunan yang jelas mengingat pembangunanya butuh waktu lama.

Kalaupun suatu hari para anggota dewan yang terhormat berhenti dari jabatannya sebagai anggota dewan, ada bekas (Bekat) yang di tinggalkan. Setidaknya ada warna lain yang telah di tinggalkan. Selanjutnya anggota DPRK berikutnya juga akan berinovasi dalam kontek yang lain. Hasilnya jelas, nyata, dan dapat di nikmati oleh seluruh rakyat Bener Meriah. Dengan sendirinya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat di tingkatkan.

Pertanyaannya adalah apakah obsesi dan keinginan itu bisa terwujud…? Jawabnya adalah kembali pada pemimpin dan legeslatif yang akan datang. Tapi mari kita lupakan dulu hal tersebut, anggap saja itu sebagai acuan krangka sebagai siremoni gagasan kedepan. Mari kita lebih fokus mendampingi hasil capaian yang telah di lakukan oleh pemerintah yang di pimpin oleh Pj. Bupati Drs.Haili Yoga.M.Si

Terbitnya SKA (surat keterangan kopi) yang di berikan kementrian perdagangan republik Indonesia adalah sebuah capaian penting terkait jati diri kopi Gayo khususnya Bener Meriah kedepan. Hendaknya kemajuan tersebut terus di barengi dengan keberadaan Pelabuhan dry pot

Kerja sama dengan pemerintah kabupaten Aceh Utara kiranya lebih di tingkatkan ke arah pemberdayaan pelabuhan kroung Geukuh agar hasil bumi Bener meriah tidak hanya bertengger di pasar batupat dan lhoksukon saja akan tetapi bisa mengisi pangsa pasar negari Jiran seperti Singapura dan Malaysia.

Program usulan Rumah sakit baru yang sedang di perjuangkan oleh Pj. Bupati Drs. Haili Yoga.M.Si yakni kerja sama antara pemerintah dengan Badan usaha. Terus di lakukan dan sampai ada titik terang (Tunung Tapas) Hal Ini penting mengingat lahan RSU Muyang Kute sudah sangat sempit untuk kapasitas rumah sakit umum (RSU) tingkat kabupaten.

Hasil capaian Stunting telah memberi warna baru bagi kabupaten Bener Meriah terutama di tingkat provinsi dan pemerintah pusat, dan banyak lagi capaian yang lain yang mungkin tidak tersebutkan dalam tulisan ini.

Terakhir adalah proses pengesahan APBK tercepat di Provinsi Aceh, Semoga hasil pengesahan ini kemudian di barengi dengan realisasi anggaran, sehingga dalam masa 1 tahun masa jabatan sebagai Pj. Bupati Bener Meriah. Ada Bekas (Bekat) yang terlihat di mata masyarakat Bener Meriah.

Dirgahayu kabupaten Bener Meriah ke 19 semoga dengan bertambahnya usiamu, semakin tangguh dan semakin mapan dalam segala aspek kehidupan.Tersenyumlah wahai anak bangsaku, tersenyumlah wahai anak negeriku. Raihlah kesempatan selagi engkau mampu, gapailah angan dan cita citamu. Tataplah dunia jadilah yang terbaik diantara yang baik, berpegang teguhlah pada tali agama adat dan budaya. Yakinkan dirimu, kamu pasti bisa menjadi yang terbaik di bumi para aulia ini.
(Hamdani Toa)

Jangan Lewatkan