oleh

Ratusan Massa Serbu Kantor Camat Bandar

 

Redelong Baranewsaceh.co|  Ratusan massa yang berasal dari tiga desa masing masing desa Belang Jorong, desa Paya Baning dan Desa Muyang Kute Mangku mendatangi kantor camat Bandar guna menyampaikan keberatannya atas pemagaran sebidang tanah yang menurut mereka, adalah tanah umum yang berlokasi di desa Belang Jorong Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Rabu (27/01/2021).

Kehadiran ratusan massa yang terdiri dari kepala mukim Kute teras, para Reje kampung, tokoh masyarakat tokoh pemuda langsung di terima oleh camat bandar Rais Abidin.SH. di Aula kantor camat Bandar.

Dalam pertemuan tersebut massa yang hadir melalui beberapa juru bicaranya kemudian menyampaikan persoalan yang tak kunjung selesai kepada pemerintah daerah kabupaten Bener Meriah dalam hal ini di wakili oleh asisten 1 Drs. Muklis, Kadis Pertanahan Mahfudah.SH, Kabag Tapem Khairmansyah.S.STP serta unsur Forkopimcam kecamatan Bandar.

Mengawali pertemuan tersebut, camat Bandar membagi season pertemuan dalam tiga babak yang di awali dengan penyampaian inti persoalan dari tokoh masyarakat, kemudian penjelasan pemerintah daerah terkait lahan yang di sengketakan serta sesi tanyak jawab.

Mukim Kute teras Sukiman dalam penuturannya meminta pemerintah kabupaten Bener Meriah agar secepatnya menyelesaikan sengketa tersebut. Karena menurut Mukim Kute Teras berdasarkan surat pengadilan tertanggal 10 April 2019 gugatan sengketa tanah tersebut sudah di tolak atau NO. Setelah itu ada pembongkaran pagar. Pertanyaannya kenapa sekarang ada pemagaran lagi. Jadi mukim Kute teras berharap agar sengketa tanah tersebut segera di selesaikan

Begitu juga dengan Ahmadi aman Jamin sebagai tokoh masyarakat sangat menyesalkan terkait sengketa tanah yang belum kelar. Adapun sengketa tanah yang di maksud masing masing lapangan bola Belang Jorong, tempat ibadah berupa Masjid dan bangunan sekolah.

Berdasarkan pengakuannya sebenarnya masyarakat tidak mengetahui ada keputusan pengadilan terkait penolakan gugatan atau NO. Tentu dengan adanya keputusan ini, lebih menguatkan masyarakat dalam hal kepemilikan tanah sebagai tanah umum. Kekesalan Ahmadi aman Jamin jika sudah ada penolakan lalu kenapa ada pemagaran kembali.

Menanggapi apa yang di sampaikan masyarakat dengan tegas Drs.Muklis menekankan bahwa penyelesaian Maslah kepemilikan tanah tersebut merupakan ranahnya kemukiman.

Senada dengan di atas Mahfudah sebagai kadis Pertanahan juga mengaku tetap berpedoman pada
Putusan NO sembari memperjelas makna NO dalam perkara gugatan.

Disebutkannya NO merupakan putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena alasan gugatan mengandung cacat formil. Ini artinya, gugatan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh hakim untuk diperiksa dan diadili.

Sementara itu dalam sesi tanya jawab lainnya terungkap tentang keberadaan surat berikut peta yang di keluarkan oleh asenten wedana kecamatan Bukit atas nama Siah Kuala tertanggal 15 April 1964 tentang lokasi tanah untuk perkampungan Kota kecil Kute teras.

Selanjutnya Sukiman sebagai Mukim Kute Teras juga menunjukan surat pernyataan bersama seluruh kepala kampung yang berada di dalam kemukiman Kute teras yang menyatakan keberatan atas gugatan sebelumnya, terhadap sengketa tanah tersebut yang di keluarkan pada tanggal 20 Pebruari 2014.

Masih dalam sesi tanya jawab, masyarakat tiga desa yang memenuhi aula kantor camat Bandar juga mempertanyakan langkah langkah yang dilakukan oleh masyarakat.

Menjawab pertanyaan tersebut Kapolsek Bandar Iftu Agus Suyanto mempertegas dan menghimbau masyarakat untuk menunggu proses yang sedang berjalan di Polres Bener Meriah, seiring adanya laporan penggugat masalah pembongkaran pagar yang terjadi sebelumnya. (Dani).

News Feed