oleh

RAT Koperasi Pegawai Negeri BLPP Tahun 2019 Dan Pemilihan Pengurus Baru Periode 2020 SD 2021 Bukti Eksistensi Peran Dan Fungsi

Unit Diklat Pertanian Saree

RAT merupakan rapat anggota tahunan yang dilaksanakan oleh pengurus beserta anggota koperasi sebagai pertanggungjawaban pengurus kepada anggota oleh setiap bidang/ seksi yang ada dalam sebuah koperasi baik sisi fisik, anggaran maupun kemajuan program kegiatan yang direncanakan. Pelaksanaannya pada hari selasa tepatnya tanggal 25 Februari 2020 di ruang belajar unit diklat pertanian dan perkebunan saree.

Adapun bidang usaha yang aktif dijalankan diantaranya adalah usaha catering bagi peserta diklat, budidaya tanaman jagung manis dan jagung pipil serta unit simpan pinjam syari’ah (tanpa bunga). Dari tiga bentuk kegiatan yang dilaksanakan penyumbang pemasukan terbesar bagi koperasi ialah usaha ketering, kemudian budidaya jagung, namun untuk kegiatan unit simpan pinjam akan diupayakan kedepannya perubahan dari bentuk koperasi konvensional menjadi syari’ah sehingga seandainya ada bagi hasil tidak bertentangan dengan hukum islam hendaknya.

Perubahan bentuk koperasi syari’ah dipersyaratkan dengan adanya konversi AD/ ART konvensional kepada AD/ ART syari’ah dan adanya dewan pengawas syari’ah (DPS) sehingga perjalanan kegiatan koperasi sesuai dengan norma agama dan selalu diawasi oleh dewan pengawas syari’ah. Jika hal ini dapat diwujudkan tentu bukan saja keuntungan ril financial dalam bentuk sisa hasil usaha (SHU) yang diperoleh tapi juga kewajiban kita selaku umat islam dalam bermu’amalah kepada Allah Swt  dan menjadi amal ibadah utama sebagai cerminan ubudiah kita selaku hamba-Nya.

Pelaksanaan pertanggungjawaban oleh pengurus berjalan dengan baik dan lancar yang ditandai dengan dipahaminya apa yang disampaikan kepada anggota koperasi, mulai dari simpanan anggota, pinjaman anggota, kas di bendahara, simpanan di bank (BRI dan Bank Aceh), barang inventaris dan perkembangan unit usaha catering, unit simpan pinjam serta budidaya jagung. Setelah semua anggota koperasi menyatakan menerima dan menyetujui uraian pertanggungjawaban pengurus koperasi periode 2019 maka dilakukanlah proses pemilihan kepengurusan baru koperasi untuk periode 2020- 2021 dan yang terpilih adalah orang- orang pengurus lama (2019), yakni:

  1. Ketua : Ir. Salman
  2. Sekretaris : Fitrizal, SP
  3. Bendahara : Liul Siti Rohani

Untuk menindaklanjuti kemajuan koperasi oleh pengurus baru (periode 2020- 2021) akan melakukan terobosan besar, diantaranya:

  1. Pembentukan koperasi syari’ah, tentunya dengan merubah AD/ ART konvensional menjadi AD/ ART syari’ah;
  2. Pengadaan dewan pengawas syari’ah (DPS) dengan ikut sertifikasi yang dilakukan oleh Dewan Syari’ah Nasional (DSN) pusat;
  3. Mengoptimalkan usaha ekonomi produktif budidaya tanaman jagung;
  4. Menghidupkan kembali usaha warung serba ada (waserda) dengan target pelayanan selain kepada karyawan/ti unit diklat juga kepada masyarakat umumnya;
  5. Mengadakan usaha peternakan sapi keramen (pedaging)

Hal tersebut dapat terlaksana dengan kerjasama yang baik antara pengurus koperasi dan anggotanya, karena sebaik apapun perencanaan yang dibuat oleh pengurus dan manager unit usaha akan terhambat jika tanpa persetujuan anggota.

Komunikasi yang baik oleh pengurus koperasi kepada anggota nya  membuat tingkat kepercayaan untuk mengembangkan unit usaha yang telah ada/ berjalan serta unit usaha baru tidak mengalami hambatan yang berarti sehingga apa- apa yang direncanakan di tahun 2020 akan dapat dilaksanakan dengan baik. Menjalankan program kegiatan koperasi secara transparan dan akuntabel akan membuat anggota lebih mudah dalam melihat perkembangan pada setiap unit usaha yang dijalankan, sehingga jika ada saran dan perbaikan/ revisi bisa langsung disampaikan kepada pelaksana pada unit usaha tertentu.

Dari beberapa hal yang tertera di atas menggambarkan bahwasanya unit diklat pertanian dan perkebunan saree masih memperlihatkan eksistensinya dalam menjalankan unit usaha- unit usaha yang ada pada koperasi nya walaupun memiliki peran dan fungsi sebagai pendidik, pengajar dan pelatih (dikjartih) bagi penyuluh pertanian di seluruh kabupaten/ kota provinsi aceh. Walaupun dari sudut kelembagaan mengalami penurunan namun semangat kerja yang berkinerja masih terlihat bersemangat dalam menjalankan tugas dan fungsi (tupoksi) masing- masing sehingga harapannya kepada pemerintah dan pemerintah daerah aceh untuk dapat ditingkatkan kewenangannya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

News Feed