oleh

Rapat Koordinasi Kerjasama Minyak Atsiri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT)


JAKARTA, BARANEWSACEH.CO – Rapat Koordinasi Kerjasama Minyak Atsiri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Perekonomian, Jakarta (12/7/2019)

Di hadapan beberapa deputi di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Dewan Atsiri Indonesia, pengusaha atsiri yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Aceh dan Sumut, Dinas Pertanian Aceh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Universitas Syiahkuala, Pemerintah Daerah Mandailing Natal, dan Pemerintah Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, menyampaikan, luas kebun sere wangi di Gayo Lues seluas 17.000 hektar, produksi bulanan 118-120 ton dan memenuhi syarat ekspor. Sere wangi Gayo Lues juga merupakan yang terbaik di Indonesia dan jadi penentu harga sere wangi nasional.

Untuk itu, pentingnya pembinaan petani sere wangi secara berkelanjutan, perluasan pasar sere wangi dari Gayo Lues (tidak sebatas ke Medan Sumatera Utara), dan penggunaan teknologi penyulingan yang ramah lingkungan.

Di sampung itu, pentingnya penghijauan kembali kebun/lingkungan sere wangi, pengembangan produk turunan sere wangi untuk penambahan nilai sere wangi itu sendiri dan meningkatkan pendapatan tambahan petani serta penguatan sinerjitas/kolaborasi/kerjasama/kemitraan multipihak baik top down maupun bottom up (pemerintah mulai dari pusat sampai daerah, swasta/pengusaha, akademisi/peneliti, dan petani/masyarakat).

Akibatnya, segala persoalan keserewangian dapat diselesaikan dengan baik. Apalagi, Presiden Joko Widodo dan Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta agar sere wangi digarap serius dan tidak sebatas dijual dalam bentuk bahan baku.(YUS/RED)

Komentar

News Feed