oleh

Rancangan Qanun Kopi Harus Sinergi Antara Perlindungan dan Pengembangan

Bener Meriah Baranewsaceh. co –  Yuzmuha Anggota DPRK Kabupaten Bener Meriah dari Partai Aceh, mengapresiasi pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dengan sejumlah koperasi yang bergerak di bidang eksportir kopi di Bener Meriah dan Aceh Tengah, pada Senin (14/10/2019) di ruang Offroom Sekdakab Bener Meriah.

Pertemuan diadakan, menyusul berkembangnya isu yang meresahkan masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah bahwa kopi arabika gayo terkontaminasi zat kimia (glyphosate).

Dalam pertemuan tersebut, kata Yuzmuha beberapa Pelaku usaha exsportir kopi mendesak pemerintah dan DPRK untuk segera membuat qanun (regulasi) perlindungan kopi arabika gayo dan adanya kesepahaman antara Pemda dan DPR tentu kita apresiasi langkah awal ini sebutnya.

Dalam pandangannya Yuzmuha menyampaikan, Perlindungan Kopi arabika Gayo tidak terlepas dari Segala upaya untk membantu pekebun petani dalam menghadapi permasalahan kapastian lahan hari ini. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa perkebunan kopi masyarakat di perkirakan mencapai lebih kurang 30% -35% itu berada dalam kawasan HP dan HL nanti kita akan dorong dinas perkebunan dan kehutanan untuk melakukan pendataan Rill yang selama ini belum tersentuh infrastruktur dikarnakan tanpa ada regulasi dan sudah berproduksi di perkirakan 10 s/d 20 tahun yang lalu.

Berkaitan jaminan mutu kopi arabika gayo, sartipikasi, jaminan pemasaran. Penanganan dampak perubahan iklim, bantuan akibat gagal panen, ini merupakan kata kunci dari kata perlindungan yang di maksud dari teman teman exsportir dan koperasi . Ini harus kita apresiasi
Tambahnya.

Dalam pemaparannya, Yuzmuha juga menyampaikan adanya Pengembangan kopi gayo maka yang di untungkan adalah petani, di mana segala upaya untuk meningkatkan kemampuan petani/pekebun baik yang sudah ada maupun yang belum ada mengembangkan pola pikir dan kerja untuk melaksanakan usaha yang lebih baik melalui pendidikan dan pelatihan penyuluhan dan pendampingan.

Selanjutnya berkaitan dengan sistem dan sarana pemasaran produk kopi, fasilitasi pengembangan pasar, informasi pasar yang terbuka dan transparan, memperkuat kemitraan, konsolidasi dan jaminan,pengendalian kerusakan hutan, pasilitas pembiayaan dan permodalan,akses ilmu pengetahuan teknologi dan informasi berkaitan dengan fasilitasi petani/pekebun dan penguatan kelembagaan.

Kita sudah bersepakat dengan beberapa kawan kawan di DPRK Kabupaten Bener Meriah,LSM, dan juga tokoh masyarakat dalam beberapa diskusi akhir akhir ini dan kita juga mendorong masyarakat secara meluas untuk memberikan masukan sebelum di bahasnya Rancangan Qanun (Raqan) berkaitan dengan Perlindungan dan pengembangan Kopi Gayo. (DN).

News Feed