oleh

PWRI Aceh Utara Sangat Menyayangkan Atas Tragedi Salah Tangkap Menimpa Wartawan Online di Lhokseumawe

 

Lhoksukon, BARANEWS – Persatuan wartawan republik indonesi (PWRI) Aceh Utara sangat menyayangkan atas tragedi dan tindakan salah tangkap yang diduga di lakukan oleh 5 orang oknum polisi yang Disinyalir Tim Satresnarkoba Polres Aceh Utara pada Rabu malam (21/9/22/ sekitar pukul 19:30 wib di Gampong Blang Crum Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe,

Ketua PWRI Aceh Utara Muhammad Fadli dan Humas PWRI Utara T.M.Raja, kepada Media ini mengatakan, Jum’at (23/9/22) Peristiwa salah tangkap yang di lakukan oleh oknum personil polisi Polres Aceh utara bukan kali ini saja, kejadian salah tangkap juga pernah terjadi pada tahun 2018, pada tragedi insiden pembunuhan terhadap salah seorang anggota Polres Aceh utara.

“Perlu kita ingatkan bahwa aksi tragedi salah tangkap dari pihak kepolisian polres Aceh utara bukanlah hal yang baru, salah tangkap juga sudah pernah terjadi di polres aceh utara , anehnya dari setiap kejadian salah tangkap itu, tidak pernah menjadi pembelajaran bagi kepolisian polres Aceh utara dalam melakukan upaya perbaikan Profesionalisme melaksankan tugasnya.” Ungkap Raja

Untuk itu, PWRI Aceh Utara menuntut Kapolres Aceh Utara, harus mengambil tindak tegas, agar memberikan sangsi kepada 5 oknum personilnya yang Disinyalir Tim Satresnarkoba Polres Aceh yang beroperasi di lapangan malam itu, dan yang telah melakukan salah tangkap, pada saudara kita Raja Kalkausar (24), seorang wartawan media online di rumahnya di Gampong Blang Crum Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.” katanya.

“Seperti Yang Telah di Beritakan Sebelumnya, Wartawan Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi Aceh Utara, Dituduh Pengedar Narkoba”

Dengan Kronologi Peristiwa Salah tangkap wartawan tersebut berawal saat Korban sedang beristirahat dirumahnya.Tiba-tiba datang 5 orang yang mengaku dari anggota kepolisian dari Polres Aceh Utara bersenjata laras pendek dan panjang berpakaian preman Masuk kedalam rumah dan langsung memborgol tangannya kebelakang dan menuduh dirinya sebagai pengedar narkoba jenis sabu tanpa mendengar pembelaan dari korban selaku wartawan.

Kejadian salah tangkap itu terjadi dihadapan ibundanya sehingga membuat ibunya menangis dan ketakutan, sejumlah warga juga berhamburan keluar menyaksikan peristiwa tersebut karena terdengar sempat beradu mulut antara korban oknum kepolisian,

Pada akhirnya Tim Satresnarkoba Polres Aceh utara belakangan baru menyadari dan mendapat informasi bahwa mereka telah salah tangkap dan merekapun meminta Maaf pada korban segera melepaskan borgol ditanganya.

Namun korban tidak terima diperlakukan seperti itu karena tanganya terlihat luka lebam bekas borgol besi, korban merasa kejadian itu juga telah merusak nama baiknya.

Korban juga merasa kesal terhadap cara kerja tim satresnarkoba polres aceh utara, terlebih terhadap salah satu anggota tim mereka yang mengedepankan arogansinya bahkan terkesan sempat mengancam korban.

Jangan Lewatkan