oleh

Pupuk Cair Organik Solusi Bagi Para Petani

Syaifudin menunjukan pembuatan Pupuk Organik cair di gudangnya pembuatanya Kampung Wono Sobo Kecamatan Wih Pesam Selasa 18 Juni 2019

Bener Meriah Baranewsaceh.co – Pupuk organik Cair yang  dikembangkan oleh Syaifudin di Kabupaten Bener Meriah berhasil mendapatkan hasil uji lab terbaik dan terlengkap  yang mampu menghemat kos  para petani kopi dan petani palawija.

Syaifudin kepada Baranewsaceh.ci menyamapaikan, bahwa pupuk organic yang di produksinya tersebut mampu merangsang akar tanaman,  menyembuhkan batang-batang yang sudah kering, cepat memulihkan dan sangat cepat merangsang buah serta perekat kembang.

Menurtnya, 1 liter pupuk organic dapat mengurangi kos petani untuk pembelin 7 aitem pupuk kimia seperti halnya orea, poska, kalium, kalsium, Za,NPK  dan JPT sebab  Pupuk  organic  cair yang dibuat tersebut sudah sangat lengkap.

selain itu menurut penuturannya, untuk pembuatan pupuk tersebut ia memerlukan bahan-bahan berupa sayur mayor,buah-buhan, daun-daunan serta kotoran wallet.” Semua bahan untuk pupuk ini kita gunakan organic namun sudah seperti pupuk kimia,” ujarnya.

Adapun hasil uji lab yang dikeluarkan oleh Kementrian pertanian badan peneliti dan pengembangan pertanian pada 17 april 2018 pupuk organic cair tersebut  mengadung N 0,12 %, pH 4,01%, C.Organik 2,54,C/N Ratio, 21,17,P2O5 7 ,33% , K20 13,20%,Fe 2ppm, Mn 0,3ppm,Zn 2 ppm,dan Cu 2PPM.

Ia menambahakan untuk pembuatan pupuk organic tersebut memerlukan waktu selama satu bulan termasuk pengumpulan bahan-bahan, pemasakan pupuk dan waktu permentasi selama 14 hari serta pemerasan.

Selain mengirit kos petani kata syaifudin pupuk organic tersebut lebih ramah lingkungan . “ Jika hari ini kita mengunakan pupuk kimia sebanyak dua ton perheltarnya untuk pemupukan selajutnya akan harus bertambah dan kebalikan jika  pupuk organic jika hari  banyak besoknya berkurang,” terangnya.

Adapun  cara pengunaan pupuk cair tersebut dapat dilakukan penyemprotan terhadap daun tanaman kopi atau tanam lainya dari atas hingga ke daun baik batang maupun akar. “ untuk tanaman kopi sendiri pupuk ini juga dapat menyembukan penyakit bana hitam, jamur akar api,” sebutnya.

Lebih lanjut katanya antusias petani terhadap penggunaan pupuk tersebut juga sudah sangat tinggi hal itu terbukti dari banyaknya petani yang langsung melakukan pemesan dan banyaknya pupuk yang sudah diproduksinya.

Ia juga mengaku tidak adanya dukungan pemerintah terhadap ushanya sehingga untuk saat ini pihakanya hanya melakukan pengolahan dengan cara manual sehingga hanya mampu memproduksi pupuk dengan sekala kecil.

Hingga saat ini ia juga sudah melakukan pengurusan izin dan melakukan uji lab namun pihkanya terkendala dengan tandatangan kementirian untuk nama produk. “ Kita sudah melengakapi izin-ijinnya hanya saja kita perlu tanda tangan dari kementrian untuk pengesahan nama” sebutnya ,(DN)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed