oleh

Puluhan Emak-Emak Datangi Kantor Camat Babussalam Untuk Klarifikasi” Jadi Pembahasan Kalangan Elit Aktivis Agara

Baranewsaceh.co, (Kutacane) – Puluhan Warga Desa Perapat Sepakat, Kecamatan Babusaalam, Kabupaten Aceh Tenggara pada hari senen 6 april 2020 yang lalu mendatangi kantor Camat Babussalam. Mereka menuntut pelaksanaan kegiatan PJ Pengulu Desa Prapat wajib di Musyawarahkan dalam pembagian sembako yang di salurkan seperti desa-desa lain nya yang sudah di bagikan,bahkan mereka meminta agar pj kepala Desa prapat secepat nya di copot.di katakan salah satu emak-emak masyarakat prapat sepakat yang hadir di kantor camat tak mau di sebutkan namanya.

Aktivis Masriadi Djadil mengungkapkan bahwa setahu kami dalam kasus virus corona atau covid 19 pemerintah sudah melakukan larangan untuk berkumpul dan Kepala Polri Jenderal Polisi Idham Azis pun sudah menerbitkan maklumat terkait dengan penanganan penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.Maklumat bernomor Mak/2/III/2020 dikeluarkan pada Kamis,19 Maret 2020 yang isinya Seperti dalam bentuk seminar, loka karya, konser musik, festival, bazzar, pasar malam, pameran, unjuk rasa, kegiatan olah raga, kesenian, jasa hiburan, pawai, karnaval hingga resepsi keluarga.

kan sudah jelas ini perlu kita pertanyakan kepada pihak keamanan atau pihak kepolisian apakah emak-emak kemaren Demo atau bagaimana.setahu kami kalo demo 1x 24 jam surat pemberitahuan demo di sampaikan ke pihak pengamanan dari kepolisian”pungkas jadil”.

Camat Babussalam Fitriany Tarigan,S.Stp yang dikonfirmasi oleh Media ini terkait dengan datangnya puluhan warga Desa sepakat yang sebagian besar dikomandoi oleh perempuan(emak-emak) pada senin 6 April 2020 mengatakan awalnya kami dari kecamatan khususnya saya sendiri selaku Camat Babussalam tidak mengetahui ada nya emak-emak rame datang setelah staf saya menelfon saya,barulah saya tahu ada emak-emak rame-rame datang ke kantor Camat.dan saya langsung menjumpai mereka dan menanyakan apa yang terjadi.

setelah saya mendengarkan keluhan mereka dan saya menyampaikan kalau masalah sembako jelas aturan nya tidak ada yang ada dari Plt Gubernur Aceh salah satunya bahwa warga yang terkena covid 19 di bantu sembako itupun berkisar 200.000 an jelas Camat Fitriany Tarigan S.Stp

Kalau kepala desa yang membagikan sembako dari Dana Desa ke Masyarakat saya pikir sudah di periksa oleh pihak Hukum dalam artian hukum adalah pihak APIP atau Inspektorat Aceh Tenggara bukan aparat penegak hukum seperti Kejaksaan dan polisi jangan nanti salah kaprah bahasa saya ini.pungkas Fitriany Tarigan, S.Stp.

Fitriany,Tarigan, S.Stp pada waktu emak-emak datang Kami jelaskan kembali kalau pembagian sembako tidak di perbolehkan dari Dana Desa,kalau untuk pencegahan,seperti semprot disinfektan,pembagian masker,pembagian sanitizer di perbolehkan.kalo masalah tidak ada musyawarah dalam penggunaan dana desa saya akan panggil kepala desa nya dan itu adalah urusan kami.

Fitriany Tarigan S.Stp menyampaikan kepada media ini rabu (8 April 2020) diruangannya,Dikantor Camat Babussalam Masyarakat di dunia melakukan segala cara untuk membasmi Virus corona covid-19.virus corona ini bukan 1 tau 2 negara yang terkena melainkan ratusan negara termasuk negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.bahkan yang meninggal pun sudah puluhan ribu di seluruh negara yg terkena covid 19 ini.kami menyampaikan kepada masyarakat khususnya kecamatan babussalam agar tidak mempermainkan virus corona ini dengan membuat berita bohong di fb atau di kede kopi.(BM)

News Feed