oleh

Puisi | Penantian Malam

banner 1155x168

 

Karya : Ameliangel & wiensyah

Pelangi kian menghias mega mega
Tapi hanya sebentar
Lalu, senja bermurung dalam duka
Seakan enggan menunjukan jingganya

Air kian turun
Membasahi bumi diwajahmu
Menghapus segala rasa suka
haru bukan juga

Embun seakan menari menghiburmu
Seakan mengupas segala luka yang mengebu

Tak ada ceria yang hinggap
Meski embun yang kian merajai
Menari bahkan meyusuri setiap keadaan
Membasuh luka megeringkan duka

Sementara senja telah pulang keperanduan
Rembulan malam seakan menati dipintu kenangan

Memberi jeda pada kesuyian
Menanti dalam pelukan
Memberi ketenangan dalam hagatan
mencurahkan pilu dalam gulungan kasih sayang alam

Menuju akan sebuah harapan
menampakkan penantian diantara temaram malam
Hati yang membeku perlahan mencair

“mari kepangkuan bulan
aku menunggumu melepas tangis dalam kehagatan milikku”
suara sang rembulan yang meyaksikan

bayu berhembus perlahan
menusuk tulang-tulang yang telah lama mengakang
bintang-bintang mulai datang menerangi malam
serta menerangi hati yang remang

keseduan hilang
bersama dengan rias bintang
membetuk seyuman
Menghiasi sang cakrawala…

News Feed