oleh

Puisi Adam Zainal; “Si Buta Aksara”

Si Buta Aksara

 

Di kumpungku banyak orang yang membahas tentang buku, akhir-akhir ini, kawan.
mereka adalah rekanan pengadaan yang memasukkan program dalam Dana Desa
mereka adalah pecinta buku, pecinta literasi, pecinta diksi-diksi, seperti aku dan kamu, kawan.
tetapi sayangnya mereka tak pernah membaca buku.

Kudengar pula orang-orang berbicara tentang buku akhir-akhir ini. Dari mulut ke mulut, dari warung kopi ke warung kopi.
tentang masa depan anak bangsa supaya mereka tidak buta huruf dan bisa membaca, maka pengadaan buku itu wajib ada.

kau hanya si buta aksara yang tak paham buku-buku, tak perlu-lah kau bicara jauh tentang itu,” kata Apa Suman kepada bang Seuhak yang berlagak seperti sastrawan ulung di kampungku.

“Aku rajin membaca, setiap hari aku membaca buku. Aku paham akan buku-buku, maka wajib perbub itu ada demi kecerdasan anak cucu kita,” jawabnya.

“haaah. Peu kapra’k Seuhak. Meu-koran hanjeut ka baca!”

Lalu si Seuhak yang buta aksara melantunkan kutipan-kutipan motivasi di atas meja kopi.

“buku adalah jendela dunia. Satu buku dapat menyelamatkan seribu generasi,” katanya.

Di kampungku banyak orang yang membahas tentang buku, akhir-akhir ini, kawan.
mereka adalah rekanan pengadaan yang menawarkan program dalam Dana Desa untuk maraup laba.
para kapital kelas teri itu tak mengenal jeda, tak mengenal masa dan keadaan
mereka hanya melihat peluang di mana untung bisa didapatkan, walaupun dengan program pembodohan!

“bukan kami membenci buku, tuan guru, teungku dan cutbang-cutbang. Namun, kepekaan mengenal dunia literasi adalah awal dari mengalakan generasi untuk membaca.”

Kemudian lahirlah perbub dari tuan raja kami tanpa muluk-muluk dan kaji-menguji, tanpa teliti dan jeli.
mungkin tuan terpatri pada tawaran yang disodorkan dari secangkir kopi
yang dibumbui diskusi ringan dan audensi?!

“Ke mana nanti buku ini akan dikebumikan, di lemari, atau di tong sampah dan Tumpok broh, setelah pengadaan?” tanya orang-orang kepada Tuan.

Aku mendengar orang berbicara tentang buku-buku, akhir-akhir ini, kawan.
mulai dari kalangan bawah, pemuda, pengamat, pakar, aktivis, sampai dengan tukang parkir, penjaja kaki lima, kuli bangunan, nelayan dan petani.
mereka membahas tentang buku, tentang dunia literasi.

Di pelataran meja-meja kopi aku mendengar orang-orang berbicara tentang buku.
yang dulu begitu tabu dan mustahil dibicarakan oleh orang-orang di kampungku.
di mana bila kedapatan membaca buku kau akan disangka sesat menyesatkan.

Dulu di kampungku buku bagaikan bara api yang haram dipegang oleh sembarang orang
hingga yang rajin membaca buku di tempat umum dicap sebagai orang sesat dan bukan-bukan.

Kini aku hanya dapat tertawa ketika si buta aksara tampil bak ahli sastra, atau bak seorang sastrawan yang paham benar tentang dunia buku, yang mereka benci dulu??!!

Dalam benakku bertanya-tanya, “kenapa mereka meudawa atas pengadaan buku?”
Bukankah buku-buku itu untuk mencerdaskan anak-anak di kampungku?
Atau memang mereka tidak paham dengan apa yang disebut buku?
yang sampul dan lembarannya sampai saat ini menguning dekil, usang, dan berdebu, di rak-rak Perpustakaan kotaku???!!!

Lalu merdekalah para rekanan, mereka meraup laba nyang meukuyan
dengan proyek pengadaan yang dibalut atas nama buku
sedang si buta Aksara masih berkopanye;

“membaca adalah jendela dunia
“satu buku dapat menyelamatkan seribu generasi.”

Sempat pula orang-orang bertanya dari mana program pengadaan buku-buku itu?
lalu tuengku-teungku Keurani dengan lantang menjawab;

“itu perintah perbub. Kami hanya menjalankannya.” katanya.

Ahhh. Kupikir itu perintah Tuhan. Rupa para Keurani menjebak tuan di istana dengan nama perbub??!!

Ataukah mungkin semua demi untungnya, demi tujuannya???

Kami masih bertanya-tanya, pada buku digenggaman si buta Aksara.

Banda Aceh, Juli 2020.

 

  • Penulis adalah Adam Zainal (Kinet BE), seorang Nelayan dan pekerja serabutan yang mencintai dunia literasi, adat budaya dan seni sastra Aceh. Lahir disebuah tepi pantai nan sunyi pesisir utara Bireuen pada tahun yang lalu-lalu. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di media cetak dan media online lokal maupun Nasional.

 

 

News Feed