oleh

PT. PLN PERSERO MENGUASAI TANAH, WARGA MENOLAK PERIHAL GANTI RUGI TIDAK TEPAT SASARAN.

 

 

 

LHOKSEUMAWE, BARANEWSACEH –  Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) – Komando Garuda Sakti (KGS) Aceh tengah menerima laporan masyarakat arul kemer barat, Kecamatan Silih Nara, kabupaten Aceh Tengah pada bulan lalu.

Pengaduan Bapak iliyes kumer, warga arul kemer barat, menyatakan bahwa tanah nya telah di kuasai oleh pihak PT PLN PERSERO, ucap pak iliyas kepada ktua KGS LAI aceh tengah ini.

Tanah warga yg dikuasai pihak PT PLN PERSERO tersebut terletak di wilayah 1 & 2 Krueng Peusangan kabupaten Aceh Tengah, dan Pengaduan Bapak iliyes kumer ini kami terima dan kami kawal hingga tuntas, ucap ktua KGS LAI Aceh Tengah Jalalluddin.

Bapak Iliyas Kumer mengatakan kepada kami KGS LAI Aceh Tengah, bahwa Saudara Iliyes Kumer tidak pernah menjual tanahnya seluas 7Ha kepada pihak PT PLN Persero, ucap jalaludin kepada awak media ini saat kami konfirmasi melalui WATSAAP pribadinya.

Tanah dengan Luas 7Ha atas nama Iliyes kumer begini penjelasannya, Iliyas kumer dapat tanah tersebut dari ibu kandungnya Iliyes Kumer pada tahun 1985 dengan alas hak ganti rugi usaha sebesar Rp. 70 ribu rupiah pada tahun 1985, surat tanah di tanda tangan dan cap jempol ibu kandung iliyes kumer bernama jernih Inen Iliyas kumer sebagai penerima ganti rugi usaha, sejak tanggal ganti rugi itu maka hak kepemilikan tanah beralih ke saudara Iliyes Kumer sebagai pemilik sah, surat jual beli tersebut di bubuhi stempel kepala desa di ketahui para saksi saksi yang juga masi hidup hingga sekarang ini. ucap JALALUDDIN ketua KGS LAI.

Pak Iliyes kumer mengaku pernah di temui oleh pihak PT PLN PESERO untuk ganti rugi tanahnya seluas 574 m pada tahun 2011, dengan nilai uang sebesar Rp.38 jt, tapi mengapa pihak PT.PLN PERSERO bisa menguasai tanah Pak iliyes kumer seluas 7Ha keseluruhan luas tanahnya. ungkap jalaluddin.

Bapak iliyes kumer tidak terima dan melapor kan persoalan ini ke Lembaga Aliansi Indonisia LAI -(KGS) Cabang Aceh Tengah Ketua Jalaluddin.

Atas dasar alat bukti, barang bukti, kami telah menerima dan mempelajari laporan persoalan warga tentang ganti rugi dari PT PLN PERSERO ini, bukti terbaru sudah kami kumpulkan dan pelajari surat ganti rugi usaha dari pihak pertama ibu jernih inen berganti hak miliki kepada bapak iliyes kumer. imbuhnya jalal.

Sehingga sampai saat berita ini kami terbitkan, Bapak iliyes kumer masih menguasai fisik lahan tanah kebun tersebut dan mentaati pembayaran pajak bumi tanahnya sampai tahun 2020, juga merasa aneh, kenapa pihak PT.PLN PERSERO memasang panplet plang nama bahwa tanah ini milik PT.PLN PERSERO sementara menguasai surat tanah dan mengerjakan fisiknya.

Harapan kami, Jika Pihak PT PLN PERSERO masih ada persoalan di lapangan terkait dengan persoalan ganti rugi lahan warga, maka pihak PT PLN PERSERO harus lebih menanggapi persoalannya agar tidak sampai meluas, ini adalah perusahaan besar dan ini menggunakan aggaran uang Negara harus lebih teliti dan transparan penggunaannya. ketus ktua LAI KGS ini.

Maka pak iliyes kumer meminta kepada Aliansi Indonesia agar persoalan ini untuk dapat disampaikan ke Pusat Lembaga Aliansi Indonesia (KPK) agar di selesaikan dan di selidiki. tutup ktua Jalal. (Munawir)

News Feed