oleh

PT KAMIRZU Akan Musnahkan “BOM” di Desa Lesten, Muhammad Isa : Apakah Lesten Akan Musnah?

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO | Muhammad Isa, S.IP atau akrab disapa Esa Pining baru-baru ini berkunjung ke Desa Lesten dalam rangka temu ramah bersama rekannya yang ada disana.

Muhammad Isa, S.IP  mengatakan Kamis, (25/06/2020) Dalam kunjungannya ke Desa Lesten Esa sontak terkejut saat mendengar kabar bahwa pihak PT KAMIRZU yang kabarnya akan memusnahkan BOM (nama yang disebut warga Lesten) di Desa Lesten tersebut.

Esa langsung bergegas menindak lanjuti terkait hal ini dan langsung melihat lokasi penyimpanan dan lokasi yang akan digunakan untuk memusnahkan BOM tersebut, ujarnya.

Menurut keterangan yang saya dapatkan Pihak PT KAMIRZU akan memusnahkan BOM tersebut dengan cara ditanam di area lokasi dekat BOM yang memiliki kedalaman lebih kurang 3M”, BOM dengan jumlah 16 Ton itu akan ditanam dalam galian tanah 3 Meter oleh  pihak PT KAMIRZU, kata Muhammad Isa.

Menurut Esa ini bukan hal yang bisa disepelekan dan ditanam seenaknya karena mengingat bobot BOM tersebut yang tidak sedikit.

Esa berharap bisa berkomunikasi dengan pihak PT KAMIRZU tarkait hal yang akan dilakukan ini, Esa meminta ada kejelasan dari pihak PT KAMIRZU terhadap dampak yang dapat ditimbulkan kelak baik terhadap masyarakat maupun terhadap lingkungan di wilayah Lesten dan Pining secara keseluruhan.

Esa menegaskan jika tidak ada komunikasi dari Pihak PT KAMIRZU sebelum melakukan pemusnahan BOM tersebut maka akan menindak lanjuti masalah ini. “ kami khawatir atas dampak yang dapat ditimbulkan kelak terhadap desa Lesten dan Pining pada umumnya baik dampak terhadap masyarakat langsung maupun terhadap pencemaran lingkungan kami, lebih baik BOM dibawa kembali oleh pihak PT KAMIRZU dari pada dimusnahkan di desa kami” ujarnya.

Sebutan BOM atau Bahan Peledak Daya Ledak Tinggi seperti yang tercantum di luar gudang tersebut menurut Esa sesuatu hal yang sangat berbahaya, karena bahan peledak tersebut tidak ada pengamanan dari pihak terkait seperti yang Esa lihat di lokasi itu. “yang disimpan ini adalah bahan peledak dengan daya ledak tinggi yang jumlahnya tidak sedikit, 16 Ton tapi kok bisa tidak dijaga dengan ketat, ini bukan jagung yang setelah panen bisa dikumpulkan di gudang dan didiamkan. Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Jelasnya.

Esa berharap pihak PT KAMIRZU tidak menyepelekan apa yang disampaikan ini. Esa mengatakan akan menindak lanjuti hal ini jika tidak ada respon dari pihak PT KAMIRZU terkait penjelasan dampak negatif yang dapat terjadi jika BOM tersebut dimusnahkan di Lesten. Kontak Muhammad Isa, S.IP : Cp : 082299941923 (RED)

 

    

 

News Feed