oleh

Proyek Swakelola MCK Mesjid AL-Kubra Dipertanyakan Ketua Umum Dan Pengawas

Julok, Bara News Aceh |  Berawal dari desas desus internal Pengurus mesjid Al – Kubra Julok kabupaten Aceh Timur terkait transparansi penggunaan anggaran swakelola yang diduga di jalankan secara tunggal (main tunggal) oleh Ketua I.
Apalagi tiba tiba muncul utang mesjid mencapai Rp.60 juta lebih, berdasarkan pengumuman terakhir Jumat tanggal 5 Februari 2021, utang tersebut terjadi dalam proses pembangunan Kamar Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) bantuan Provinsi Aceh.

Kepada Media Camat Julok yang juga melekat sebagai Ketua Umum Mesjid Al Kubra Adnan S.Ag menilai ada yang janggal dalam pengelolaan anggaran swakelola yang dikelola oleh Ketua I H. Syahrizal sumber Anggaran APBA Provinsi Aceh senilai Rp 471.000.000,-
dimana dalam pengelolaan terindikasi tidak transparan.

Untuk mendapatkan kebenaran dan kesesuaian terkait hal juga menyangkut keuangan negara (APBA) perlu kiranya pihak APH menguji Kebenaran, apakah sudah sesuai dengan prosodur pengelolaan Anggaran.

Sebagaimana dikutip dilaman berita Bidik Indonesia, menyebutkan bahwa tim pengawas pembangunan MCK Mesjid Al – Kubra dari bantuan Aspirasi DPRA tahun 2019 yang mencapai Rp.471 juta lebih.
Hadir sejumlah tokoh diantaranya Samsul bertindak sebagai (Tim), Narmawi (Ketua lll), Usman alias toke man (Tim pengawas), Samsul Bahri (pengawas), Camat Julok Adnan S.Ag Sebagai (Ketua Umum) Mesjid AL-Kubra Sabtu 13 Februari 2021.

Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai proyek Swakelola pembangunan MCK yang dikerjakan oleh Syahrizal sebagai Ketua l secara tidak terbuka dan dikelola sendiri dengan tidak melibatkan pihak Panitia.

Anehnya pada saat rapat di kantor Camat Julok yang dihadiri muspikaTanggal 29 Januari 2021, Rincian anggaran bangunan MCK senilai Rp.498.822.992, sementara pada laporan Jum’at tanggal 5 Februari 2021 membengkak menjadi Rp.521.252.992.

Selanjutnya Narmawi menambahkan dalam pekerjaan MCK menghabiskan biaya pembelian kayu cor mencapai Rp. 27 juta.

Dan Banyak hal lain yang dilanggar termasuk tidak adanya rapat pertanggung jawaban padahal pekerjaan tersebut dari tahun 2019 namun baru dibuat pertanggung jawaban sudah memasuki tahun 2021.

Selanjutnya hingga tanggal 18 Februari 2021 pihak media menghubungi Tim pengawas Usman (toke man), menanyakan keterkaitan pembangunan MCK Mesjid AL-Kubra, Kuta Binjei Kecamatan Julok kabupaten Aceh Timur.
Usman Menjelaskan sejauh ini belum ada penyelesaian, “sementara saya sudah mengingatkan dari awal pekerjaan hingga penarikan Termin ke Tiga” Ujar Usman.

Tidak hanya itu Usman menambahkan selama pekerjaan tidak ada pengumuman Pekerjaan “Akhirnya saya terpaksa Melaporkan hal ini kepada Camat Julok Selaku ketua Umum” tandas Usman.

Hingga Saat ini Menjadi beban utang Mesjid Mencapai Rp.60 juta lebih.
Dalam keterangan Camat pada tgl 19 Februari 2021 Kedua belah pihak berupaya untuk memediasi, agar tidak terjadi salah paham.
Sebelumnya tanggal 29 Januari 2021 sudah di adakan rapat pertanggung jawaban dengan kedua belah pihak, para pihak sudah menerima hasil rapat pertanggung jawaban yang nilainya Rp.498 juta lebih, akan tetapi tiba tiba pada pengumuman Jum’at 5 Februari 2021 angka berubah menjadi Rp 521 juta lebih sehingga terjadi simpang siur sampai hari ini” Ungkap Camat Julok Adnan S.Ag Jum’at (19/02)

Untuk mendapatkan kejelasan pihak media menjumpai Sharizal selaku ketua (l) yang bertindak sebagai Ketua pelaksana pembangunan MCK Mesjid Al-Kubra tanggal 19 Februari 2021,
Menanyakan beberapa hal termasuk mekanisme dalam sebuah Pekerjaan (Swakelola), Syahrizal menjelaskan bahwa “menyangkut dengan pekerjaan MCK semua nya sudah selesai dan tidak ada kendala, Dalam hemat saya persoalan ini sudah di selesaikan dan juga pihak pengawas meminta kepadanya untuk dilakukan pengumuman di Mesjid juga sudah dilakukan, dan jika ada pihak pihak lain yang menganggap belum selesai itu hak awak nyan” Ujar Syahrizal.

Mengingat hal ini sudah menyita perhatian publik termasuk muspika perlu kiranya pihak hukum menguji kebenaran, apakah sudah sesuai dengan prosedur pengelolaan anggaran.

Karena ini menyangkut nama baik panitia pembangunan fasilitas umum di Mesjid Al Kubra Kebanggaan Masyarakat (Tim)

News Feed