oleh

Praka Juanda Berikan Pemahaman Perawatan Bawang Merah Disaat Musim Penghujan

 

Takengon – Baranewsaceh.co |  Bintara pembina desa (Babinsa) koramil 09/ketol Kodim 0106/Ateng Praka Juanda lakukan Komsos dengan warga desa binaan sekaligus membahas cara perawatan tanaman bawang merah pada saat musim hujan.

Kegiatan komsos tersebut langsung di lakukan dengan mendatangi lahan petani bawang merah di desa pantan penyo kecamatan ketol Kabupaten Aceh Tengah. Kamis (15/04/21)

Sementara tujuan dilakukannya pendampingan ini adalah supaya ada pemahaman dan juga berbagi ilmu, agar tanaman agar tanaman bawang merah yang di tanam oleh petani bisa tumbuh normal.

Begitu juga menyangkut gangguan hama, atau parasit yang kerap merusak tanaman apalagi saat ini tanaman bawang merah petani sering diguyur hujan, tentu butuh perawatan ekstra, berbeda ketika menanam saat musim kemarau,

“Tapi petani tidak boleh risau, karena kita selalu akan selalu memberikan solusi perawatannya. Kalau ada kabut tebal meninggalkan embun pada tanaman bawang daun, embun itu harus segera dilunturkan dengan cara disemprot air bersih dan tanaman bawang merah harus banyak disemprot dengan obat-obatan atau pestisida pembasmi hama.

“Dengan membantu petani bawang kami juga dapat menggali ilmu tambahan, bagaimana cara menghasilkan tanaman bawang yang baik walaupun saat musim hujan ”ujarnya.

Abdullah (35) salah satu petani bawang merah asal Desa Pantan Penyo cuaca turut menyampaikan terima kasih kepada Babinsa yang sudah mau membantu dan berikan saran kepada kami, yakni cara menghasilkan tanaman bawang yang unggul di musim hujan. Semoga ilmunya bermanfaat untuk saya pribadi dan masyarakat Pantan Peyo.

Selain itu Praka Juanda juga mengajak masyarakat setempat untuk merubah mindset dalam hal bertani, disamping sebagai petani kopi tidak ada salahnya juga mencoba untuk mmenjadi petani lain contohnya bawang merah.

Tentu dalam hal ini untuk pemenuhan tuntutan ekonomi dan ketahanan pangan. Apalagi saat ini dunia lagi sakit akibat wabah Pandemi Covid 19. Sejumlah produksi andalan dataran tinggi Gayo seperti kopi anjlok di pasaran dunia. Tentu dalam hal ini menjadi petani bawang merah dan tanaman palawija yang lainnya merupakan solusi alternati untuk masyarakat Pantan Penyo. Pungkasnya. (Pen/Dani)

News Feed