oleh

PPI Turki Jadikan Meulingge Sebagai Daerah Destinasi Wisata

Banda Aceh, Baranewsaceh.co  – Mentari dari Turki (MdT) adalah sebuah bentuk bakti dan dedikasi untuk negeri yang merupakan sebuah program kemanusian yang berlandaskan pendidikan dan kebudayaan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Turki (PPI Turki) yang rutin dilaksanakan pada saat libur musim panas setiap tahun.

Ketua Panita, M. Rusydi Siregar menyampaikan kepada Baranewsaceh.com, Sabtu (24 Agustus 2019) bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan selama 2 periode berturut-turut sejak 2017 yang lalu.

“Sebelumnya agenda MdT ini dilaksanakan di Desa Mekarmanik pada tahun 2017 dan di Desa Gunung Riting (Bangka Belitung) pada tahun 2018,” kata Rushdy.

Mentari dari Turki pada periode tahun 2019 ini dilaksanakan di daerah paling barat Indonesia yang termasuk dalam wilayah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terisolir) yakni desa Meulingge, Pulo Aceh, Provinsi Aceh.

“Program Mentari kali ini tidak hanya dilaksanakan mandiri oleh PPI Turki, namun juga berkolaborasi secara aktif dengan lembaga-lembaga kemanusiaan dan kepemudaan. Juga melibatkan komunitas pelajar dan mahasiswa di tingkat lokal, serta lembaga-lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas desa, baik di bidang ekonomi, pendidikan, dan pariwisata,” kata M Rushdy Siregar .

“Program ini juga mencakup kegiatan belajar mengajar, penyuluhan, pelatihan, diskusi masyarakat, dan pembangunan. Kegiatan ini juga melibatkan peringatan kemerdekaan dan perlombaan untuk memeriahkannya,” ungkapnya.

Tujuan utama kegiatan Mentari dari Turki periode ini adalah menjadikan desa Meulingge sebagai desa wisata. Dimana pencapaiannya akan melibatkan kegiatan pengembangan potensi sumberdaya alam dan manusia serta peningkatan fasilitas penduduk seperti bangunan dan lahan pertanian.

Selain di Aceh program MdT, Mahasiswa Turki melalui PPI Bursa juga melaksanakan hal yang sama yang disingkat dengat PRUSA di tanggal yang sama pada 13-23 Agustus kemarin.

“Program ini dilaksanakan pada tanggal yang bersamaan dengan satu tujuan yang sama yaitu sebagai bentuk nyata pengabdian Pelajar Indonesia yang ada di Turki yang menginginkan Bangsa dan Negara Indonesia menjadi lebih baik,” kata Rushdi Mahasiswa Turki asal Bekasi tersebut.

Sementara, Ketua PPI-Turki, Darlis Aziz, S.I.Kom yang turut mendampingi tim mentari beberapa hari lalu menyampaikan bahwa MdT merupakan sebuah program bagus yang harus dijaga dan dilestarikan serta mengingat tujuannya adalah belajar ke luar negeri untuk mengabdi terhadap daerah dan negara tercinta.

“Sudah selayaknya para Pemangku Kebijakan Indonesia harus memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa. Alhamdulillah program MDT di Aceh tahun ini berjalan dengan sukses,” kata Darlis.

Tidak hanya Bakti Sosial, MdT kali ini juga diselingi dengan peringatan 480 tahun hubungan persaudaraan Kesultanan Aceh Darussalam dan Turki Utsmani.

“Dengan adanya peringatan ini, kita harapkan juga memiliki dampak dalam meningkatnya pariwisata Aceh dengan pendekatan budaya (Cultural Proximity),” ujar Darlis sebagai Ketua PPI-Turki asal Aceh Selatan.

Darlis melanjutkan bahwa program seperti ini sangat efektif untuk meningkatkan diplomasi antar kedua negara. Sebagaimana amanah dari Duta Besar Indonesia untuk Turki, Muhammad Iqbal agar bisa meningkatkan People to People Diplomation.

Program ini juga turut didukung oleh KJRI Istanbul dengan mengirimkan dua Guest Star yang secara efektif diharapkan bisa menyebarkan informasi tentang Indonesia kepada masyarakat Turki.

Editor: Riri Isthafa Najmi FAMe

News Feed