oleh

Polri : Senpi Ilegal pada Rusuh 22 Mei, Masih Aktif

Jakarta, BARANEWSACEH.CO –  Polri menggelar Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus senjata illegal milik eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko. Polri menegaskan senjata tersebut tidak rusak. Senjata laras panjang yang dikirim dari Aceh itu masih aktif dan bisa digunakan.

“Berdasarkan pemeriksaan senjata api yang jadi barang bukti atau objek perkara, kami sudah melakukan pemeriksaan di lab forensik, dengan kesimpulan merek dan logo telah dihapus, tapi nomor seri masih ada, yaitu SER 15584,” terang Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri Kombes Pol. Daddy Hartadi di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/06/19).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, diketahui senjata milik eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko itu merupakan senjata laras panjang yang menyerupai M4 Carbine buatan Amerika Serikat (AS). Polri juga telah melakukan pengecekan dan menunjukkan video saat senjata tersebut diuji coba.

“Kesimpulannya dapat berfungsi dengan baik dan dapat ditembakkan. Senjata api ini senjata api aktif dan dapat membinasakan makhluk hidup,” ungkap Kombes Pol. Daddy Hartadi.

Selain itu, Polri juga memeriksa magasin dan peredam (silencer) yang ditemukan sepaket dengan senjata laras panjang tersebut.

“Dua magasin tersebut cocok dengan senjata api. Satu buah peredam atau silencer cocok juga dengan senjata api yang dimaksud,” jelas Kombes Pol. Daddy Hartadi.

Sebelumnya, kuasa hukum eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, Ferry Firman membantah kliennya terlibat dalam penyelundupan senjata api illegal dan tidak tahu ada proses pengiriman senjata api ke Jakarta.

“Mayjen (Purn) Soenarko tidak pernah memasukkan senjata M16A1 maupun M4 Carbine ke Indonesia,” ucap Ferry Firman, Jumat (31/05/19). (rj/sw/hy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed