oleh

Putusan Sidang PHPU Jumat Pekan Depan, Polri Imbau Tak Ada Mobilisasi Masa di Depan MK

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) memimpin sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). Sidang PHPU Pilpres 2019 itu akan dilanjutkan pada Selasa (18/6/2019) dengan agenda mendengar jawaban termohon, keterangan pihak terkait dan Bawaslu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Jakarta, Baranewsaceh.co –  Polri tekankan dan ingatkan kembali bahwa area di depan gedung MK harus steril dari unjuk rasa. Polri imbau agar pihak manapun tidak mengerahkan massa ke MK pada saat sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

“Polri mengimbau untuk tidak melakukan mobilisasi massa ke MK. MK area steril, tidak boleh ada kegiatan menyampaikan aspirasi di ruang publik depan MK, nggak boleh,” tegas Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M.

Polri lakukan analisa dan evaluasi pada pengalaman kerusuhan 21-22 Mei lalu, ketika aksi massa ditunggangi kepentingan perusuh. Seandainya pun pengerahan massa terjadi, mereka akan diarahkan ke area Patung Arjuna Wiwaha. Apabila penerahan massa dikerahkan di depan MK, akan mengganggu proses jalannya sidang MK

TNI-Polri akan memastikan kegiatan persidangan di MK berjalan lancar tanpa suatu kendala. Soal persiapan pengamanan saat sidang putusan, Polri memprediksi 13 ribu aparat gabungan TNI-Polri cukup untuk mengamankan MK dan wilayah sekitarnya. Dan menyiagakan 20 ribu anggota cadangan untuk antisipasi gangguan kamtibmas apabila eskalasinya meningkat.  (fa/sw/hy)

Komentar

News Feed