Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Pembunuhan Wanita Paruh Baya di Kajhu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 4 Januari 2024 - 03:08 WIB

50533 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim : Jenazah Sudah Diautopsi

BANDA ACEH, BARANEWS | Penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Selasa (2/1/2024) pagi kemarin.

Seperti diketahui, korban yakni Evy Marina Amaliawati (53), warga asal Sabang ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar tidurnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan diduga kuat dibunuh oleh seseorang dengan menggunakan sebuah batu yang ditemukan di kamar korban.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasat Reskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama mengatakan, penyidik kini telah memeriksa enam orang saksi.

Saksi yang diperiksa terdiri dari kepala dusun setempat, beberapa tetangga, dua anak korban terdiri dari laki-laki dan perempuan, termasuk pacar anak korban (Reza- red) yang kemarin datang ke rumah saat kejadian.

“Ada enam saksi yang sudah diperiksa oleh penyidik sejauh ini,” ungkap Fadillah di ruang kerjanya, Rabu (3/1/2024) sore.

Diketahui, keluarga Evy merupakan warga asal Sabang yang selama tiga tahun terakhir ini tinggal sementara di Gampong Kajhu, karena memiliki anak yang kuliah di salah satu universitas di Banda Aceh.

Baca Juga :  Qurban Bahagiakan Warga Desa Lambaro Biluy

“Korban dan suami tidak bekerja di sini, namun mereka bergantian ke rumah itu untuk melihat anaknya (Cut Nur Marlia), karena sejak setahun lalu kuliah,” kata Kasat.

“Biasanya korban maupun suaminya berkunjung setiap satu atau dua minggu sekali, sebelum kejadian korban ternyata sudah satu minggu ada di rumah tersebut,” sambungnya.

Saat malam hari sebelum kejadian, anak korban yakni Cut Nur Marlia diketahui sempat jalan dengan pacarnya Reza (28) dan pulang ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB.

Tiba di rumah, ia pun langsung tidur dan sekitar pukul 03.00 WIB mendengar suara seperti jejak seseorang masuk ke pekarangan rumah. Hal itu sempat diberitahukan ke pacarnya via telepon.

“Kemudian beberapa saat, anak korban mengaku melihat seseorang ada di dalam rumah yang menggunakan penutup muka dan mantel (jas hujan),” katanya.

“Yang bersangkutan kaget lalu mengaku sempat pingsan, setelah siuman disitulah ia melihat korban yang merupakan ibunya dalam kondisi bersimbah darah, lalu diberitahu ke pacarnya,” jelas Fadillah.

Baca Juga :  Singgung Soal Dukungan Illiza dan Nasir Jamil ke Bakri Siddiq, Mahasiswa : "Makanya DPR Turun dan Dengar Langsung Keluhan Rakyat Kecil"

Dari keterangan saksi lain yakni tetangga korban, mereka mengaku tak mendengar adanya suara kegaduhan atau teriakan minta tolong dari rumah korban. Apalagi, rumah itu tergolong berdekatan dengan rumah lainnya.

“Mereka (para saksi tetangga) tidak mendengar adanya suara teriakan atau minta tolong, dari kisaran jam tiga sampai jam enam pagi,” ucapnya.

Saat olah TKP, lanjut dia, petugas juga tidak menemukan adanya kerusakan di bagian pintu rumah, pintu gerbang maupun jendela serta harta benda milik korban yang hilang.

“Saat diperiksa juga tidak ada harta benda yang hilang, ponsel maupun perhiasan milik korban juga masih ada, motor juga ada di rumah itu, bahkan kalung juga dikenakan korban,” sebutnya.

Kini polisi masih mendalami kasus tersebut dan mencari saksi serta petunjuk lainnya untuk mengungkap siapa pelaku yang tega berbuat demikian.

“Kita juga sudah mengautopsi jenazah korban, saat ini masih menunggu hasilnya. Jenazah korban juga sudah dikembalikan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” jelas Kasat.

“Untuk perkembangan selanjutnya nanti akan kita sampaikan, karena masih dalam penyelidikan lanjut,” pungkasnya. (RED)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Museum Tsunami Masih jadi Destinasi Favorit Wisatawan untuk Berkunjung
PB HUDA Gelar Seminar Kebangsaan Hadirkan Ketum PBNU
Mahasiswa Apresiasi Polri jadi Lembaga Bercitra Baik Versi Litbang Kompas
Mantan Rektor Unsyiah Prof. Darni Daud Cagub Aceh Silaturrahmi Dengan Ratusan Relawan
Jemaah Haji Aceh Dipulangkan Melalui Medinah Mulai Rabu 10 Juli 2024
Amiruddin Dinilai Gagal Memimpin Banda Aceh, Ini Faktanya
Begitu Baiknya Aminullah, Terlalu Kejamkah Amiruddin?
Kabid Propam Polda Aceh, Anggota Polri Jangan Coba-Coba Terlibat Judi Online: Ini Sanksinya

Berita Terkait

Senin, 24 Juni 2024 - 22:16 WIB

Angkatan 1990 SMA N 1 Blangkejeren Adakan Reuni di Wisata Kala Pinang

Senin, 24 Juni 2024 - 13:34 WIB

Wujudkan Sinergitas Tiga Pilar, Babinsa Koramil 08/Blangpegayon Aktif Lakukan Komunikasi Sosial Jaga Kamtibmas

Minggu, 23 Juni 2024 - 22:00 WIB

Gayo Lues Daerah Hebat BerSAMA

Minggu, 23 Juni 2024 - 15:06 WIB

KIP Gayo Lues Gelar Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pemilihan 2024

Minggu, 23 Juni 2024 - 00:43 WIB

Tari Saman Hingga diakui UNESCO Tersimpan Tangis, Keluarga Almarhum Lamsah Budin Luput Dari Perhatian Pemerintah

Sabtu, 22 Juni 2024 - 23:08 WIB

Tangis Pilu Mutiara Sari Ditinggal Suaminya Lamsah Budin

Sabtu, 22 Juni 2024 - 20:47 WIB

Penyelenggara Pilkada Agar Efektif dan Efisien PPK Blangkejeren Adakan Bimtek PPS

Sabtu, 22 Juni 2024 - 12:58 WIB

Dukungan Penuh Pemuda Pancasila untuk Suhaidi-Maliki: Harapan Baru bagi Gayo Lues

Berita Terbaru

BANDA ACEH

PB HUDA Gelar Seminar Kebangsaan Hadirkan Ketum PBNU

Senin, 24 Jun 2024 - 22:23 WIB