oleh

PMII Lhokseumawe Gelar Pelaksanaan PKD di Gedung SKB Aceh Utara

 

Lhokseumawe, Baranewsaceh.co | Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Lhokseumawe Selesai melaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dengan tema “menciptakan kader PMII yang kompetitif di berbagai sector” selama 3 hari mulai hari Jumat 07 Oktober sampai dengan Minggu tanggal 09 Oktober 2022.

Kegiatan yang diikuti 35 kader ini dilaksanakan di Gedung SKB Kabupaten Aceh Utara, Pelaksanaan PKD tersebut adalah kegiatan kaderisasi formal yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya.

Sahabat Fauzan Ummam selaku Ketua Panitia, dalam laporannya menyampaikan peserta PKD terdiri dari Delegasi Rayon dan komisariat yang ada di bawah PC PMII Lhokseumawe. Juga delegasi PC PMII Pidie Jaya serta PC PMII Aceh Tamiang.

“Saya berharap kader PMII mampu memberikan action sesuai dengan bekal materi yang sudah didapatkan dalam proses pengkaderan, kader PMII tentu harus mampu mengisi ruang ruang dan mampu bersaing diberbagai sector baik ditengah-tengah masyarakat maupun dalam tanggung jawab kepemudaan.
“Tegas Wakil Ketua I Kaderisasi PMII Lhokseumawe.

Sahabat Zarnuji sebagai Ketua PC PMII Kota Lhokseumawe juga menyampaikan Kader yang sudah mengikuti PKD yang merupakan Kaderisasi tingkat Lanjut pasca MAPABA dengan tanggung jawabnya harus mampu melanjutkan estafet kepemimpinan PMII kedepannya, Serta siap bersaing di berbagai lini kepemimpinan, ini adalah tugas besar kader mujahid PMII dengan bekal ASWAJA manhajul fikrah wal harakah.

“Kepada seluruh Alumni PKD diharapkan setelah mengikuti pengkaderan harus mempunyai integritas dan loyalitas yang tinggi terhadap organisasi dan peka terhadap kondisi social dan alam sekitar. ‘Tambah Alumni Unimal ini
Sahabat Reza Rizki sebagai Wakil Ketua I PKC PMII Aceh dalam sambutannya mengatakan apresiasi tinggi karena PMII Lhokseumawe masih istiqamah dan konsisten dalam melaksanakan Amanah kaderisasi. Karena menurutnya mata rantai kaderisasi-distribusi-dan perebutan tidak boleh putus,

“Jika mata rantai ini putus artinya matinya sebuah gerakan, setidak-tidaknya gerakan hanya akan menjadi tempat kader-kadernya heroisme-ria. Dan yang lebih penting bahwa gerakan semacam ini akan lebih mudah untuk di aborsi” Jelasnya

Tum Reza, begitu beliau akrab disapa juga menegaskan bahwa Sebuah gerakan yang rapi dan massif harus mengandaikan terbentuknya faktor-faktor produksi, distribusi dan menentukan wilayah perebutan. Tanpa mengunakan logika ini maka gerakan akan selalu terjebak pada heroisme sesaat dan kemudian mati tanpa meninggalkan apa-apa selain kemasyuran dan kebanggaan diri belaka.

“Katakanlah kita sedang akan membangun sebuah gerakan maka dimana wilayah perebutan yang akan kita temui dan oleh karena itu apa yang harus kita produksi dan mengunakan jalur distribusi seperti apa agar produk-produk gerakan kita tidak disabotase di tengah jalan” Tegasnya

Dengan mengucapkan Albasmalah, kegiatan PKD resmi dibuka oleh Wakil Ketua I PKC PMII Aceh disambut tepuk tangan para peserta dan panitia. (RF)

Jangan Lewatkan