oleh

Plt Gubernur Aceh Sekutu yang Paling Penting Untuk Rencana Moratorium Tambang di Aceh

 

Oleh : Fauzan Azima-Mantan Kepala Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL Wilayah Aceh).

Bener Meriah Baranewsaceh.co –  Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang berjuang menolak tambang di Bumi Aceh. Menolak tambang berarti menyelamatkan “pasak bumi” dari labilnya struktur tanah yang juga berarti menunda datangnya kiamat.

Allah SWT yang menciptakan alam semesta beserta isinya, namun menjadi tugas manusia untuk melestarikannya. Bahkan ketika terjadi bencana maka yang menjadi tersangka utama adalah manusia, sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 41.

Kita haqqul yaqin bahwa PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sadar tentang pentingnya melestarikan Bumi Aceh dari rencana tambang emas dengan melobi Pemerintah Pusat untuk menutup permanen PT. EMM, dan upaya yang sama juga akan diperjuangkan terhadap PT. LMR di Kecamatan Linge, Aceh Tengah agar segera angkat kaki dari wilayah “titik nol” Kerajaan Aceh tersebut.

Besar harapan kita, PLT Gubernur Aceh juga memberlakukan moratorium tambang di seluruh Bumi Serambi Mekah ini. Kita sadar bahwa sekutu yang paling penting dalam “zero tambang” di Aceh adalah pemerintah, namun dari cara-cara aksi penolakan tambang justru menggiring PLT Gubernur untuk berada di pihak “Korporat tambang.”

Kita sepakat tambang; legal maupun illegal tidak ada di bumi Aceh, karenanya seluruh elemen masyarakat yang menolak tambang tidak “doble standar.” Bahkan kita patut menduga bahwa di balik demonstrasi elemen masyarakat akhir-akhir ini juga ada keterlibatan para penambang illegal yang masih berkeliaran di tengah hutan belantara Aceh, juga sejalan dengan keinginan segelintir kelompok tertentu yang berambisi kuat menjadi Wakil Gubernur Aceh.

Kepada pihak kepolisian untuk segera melakukan penertiban terhadap tambang-tambang illegal dan kepada elemen masyarakat untuk mendukungnya agar bumi kita benar-benar bersih dari tambang. Lebih dari itu kepada penadah dari hasil tambang illegal juga harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kalaulah moratorium tambang di Bumi Aceh menjadi tujuan utama elemen masyarakat, maka mereka tidak akan melakukan tindakan kebencian kepada PLT Gubernur Aceh, dengan melakukan pembakaran poster atau gambar berwajah PLT Gubernur Aceh, tetapi seharusnya dengan merangkulnya untuk bersama-sama berjuang supaya tidak ada lagi tambang di Aceh.

Khusus kepada pihak manajemen PT. LMR untuk tidak melakukan memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Gayo dengan mengadu domba dan memprovokasi agar tidak terjadi korban jiwa di kemudian hari. Sadarlah bahwa nyawa satu orang tidak ada artinya dibandingkan dengan berton-ton emas.(Ril/DN)

News Feed