oleh

Pilkades, Kades defenitif, dan Otak-atik Perangkat desa di Aceh Tenggara

*Mulai dari BPK, Perangkat desa, Ketua BUMK, Operator desa, dan Kader Posyandu.

Oleh: Januar Pagar M.Lubis

Pemilihan kepala desa(Pilkades/pilpengkut) telah usai dilakukan di Kabupaten Aceh Tenggara, yaitu tanggal 17 Juli 2021, dengan segala proses, dinamika, dan polemik di lapangan.

Hasil dari Pilkades(Pilpengkut) juga telah dilihat dan dirasakan oleh masyarakat, dengan dilantiknya ratusan kepala desa(pengulu kute), yang dilakukan oleh Bupati Aceh Tenggara, Drs.Raidin Pinim, M.AP dan rombongannya.

Nah, Pelantikan Pengulu Kute yang terpilih, dengan suara mayoritas masyarakat, menjadikan hal-hal yang baru di desa(kute), di Kabupaten Aceh Tenggara yang dijuluki Bumi Sepakat-segenap Tanoh Alas Metuah.

Mulai dari otak-atik(perubahan dan pergeseran) anggota Badan Permusyawaratan kute(BPK/BPD), Sekretaris desa, Bendahara, Kaur desa, Kadus, Ketua BUMK (BUMDes), Kader Posyandu, dan Operator desa.Pergantian dan perubahan posisi jabatan di desa ini, menurut pengamatan penulis adalah, karena disengaja pengulu kute defenitif, karena imbalan jasa(Tim sukses), masih ada kaitan family, untuk terlaksananya Visi-misi kades defenitif yang akan dituangkan melalui RPJMDes.Pergantian posisi dan jabatan ini, akan bisa dilihat masyarakat, apakah sesuai dengan keterampilan dan pengabdian pemangku jabatan, terlaksananya visi-misi kades, dan kemajuan desa yang dipimpinnya.Semoga…!!!

Penulis: Jurnalis media online Baranews.aceh

News Feed