oleh

Pihak RSU Munyang Kute Kewalahan Akibat Tingginya Biaya Pengangkutan Limbah

Bener Meriah : Baranewsaceh.co – Sehari setelah di beritakan oleh media ini, terkait menumpuknya limbah di RSU Munyang Kute Bener Meriah. Hari ini Selasa (28/05) sekira pukul 07.00 wib, armada jasa pengangkutan limbah, milik PT Cahaya Tanjung Tiram Perkasa hadir dan kembali mengangkut limbah yang telah menumpuk di RSU Munyang Kute Bener Meriah. Limbah tersebut selanjutnya di bawa menuju ke tempat pengolahan di Cilegon Jawa Barat.

Lalu apa sebenarnya kendala yang dihadapi pihak RSU Munyang Kute sehingga terjadi penumpukan limbah. Berdasarkan penuturan dr.Kenedi Kepala bagian penunjang RSU Munyang Kute kepada media ini saat di temui di ruang kerjanya. Selasa (28/05) menjelaskan.

Fakfor utama penyebab menumpuknya limbah di RSU Munyang Kute adalah karena terbatasnya armada angkutan dan jauhnya rentang kendali. Selain itu tingginya cosh yang harus di keluarkan oleh pihak rumah sakit serta terbatasnya volume daya angkut, selain itu adanya pembagian kuota angkutan antara RSU Munyang Kute dengan rumah sakit lainnya yang berada di Kabupaten Aceh Tengah.

lebih lanjut dr.Kenedi menyampaikan bahwa pihak rumah sakit Munyang Kute sudah pernah menyampaikan perihal keberadaan TPS di RSU Munyang Kute kepada dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dan berharap adanya satu TPS yang berlokasi dekat di Provinsi Aceh. Dengan harapan keberadaan TPS di Provinsi aceh, dapat mempersingkat rentang kendali pengangkutan serta cosh yang di keluarkan tidak terlalu besar.

Karena berdasarkan pengakuan dr.Kenedi butuh dana sebesar Rp.49.000 (empat puluh sembilan ribu) untuk bisa mengangkut 1 Kg limbah dari RSU Munyang Kute Bener Meriah menuju ke tempat pengolahan di Cilegon.

Tetapi sampai hari ini belum ada solusi yang tepat terkait masalah limbah tersebut. Selain itu pihak RSU Munyang Kute juga tengah berupaya melalui usulan yaitu adanya Cold Storage berupa container dan ruang penyimpan beku yang agak jauh dari lingkungan rumah sakit. dan kita berharap semoga tahun ini usulan itu dapat terealisasi. ucapnya.

dr. Kenedi juga menjelaskan menyangkut anggaran yang di pergunakan untuk biaya pengangkutan limbah bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan JKN yang dalam pencairannya sempat tersendat sendat.ditambah lagi dengan problem BPJS dan yang lainnya.

Untuk itu kita berharap kepada masyarakat semoga dapat memaklumi terkait penumpukan limbah di RSU Munyang Kute Bener Meriah. Pungkasnya. (DN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed