oleh

PHE NSO Laksanakan Penanaman 5.000 Mangrove bersama Unimal di DAS Krueng Cunda Lhokseumawe

 

Lhokseumawe , BARANEWS – Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatera Offshore (NSO) bersama SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Migas Center Universitas Malikussaleh (Unimal) dan Muspida Kota Lhokseumawe, menanam 5.000 mangrove di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Kegiatan penanaman mangrove yang mengangkat tema ‘Dunia yang Sehat Dimulai dari Diri Kita Sendiri’ ini diikuti oleh 200 peserta dari berbagai instansi, yaitu DPRK Lhokseumawe, DPRK Aceh Utara, SKK Migas Sumbagut, BPMA, Korem 011/Lilawangsa, Kodim 0103/Aceh Utara, Polres Lhokseumawe, LANAL Lhokseumawe, DLHK Lhokseumawe, DKPPP Lhokseumawe, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Pengadilan Negeri Lhokseumawe, dan mahasiswa Unimal Lhoksumawe.

Pj. Walikota Lhokseumawe, Dr. Drs. Imran, mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah berpartisipasi menjaga lingkungan pesisir Kota Lhokseumawe. “Upaya ini perlu kita tingkatkan terus, tidak hanya oleh Pertamina dan Unimal saja, namun bersama-sama seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat,” ujar Imran.

Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, ASEAN Eng., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Unimal dan PHE NSO dalam rangka menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya melalui kegiatan menanam pohon. “Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara perusahaan dan dunia Pendidikan dalam upaya melestarikan lingkungan pesisir. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat di sektor pariwisata, serta terjalin hubungan baik antara masyarakat dan perusahaan,” terang Herman.

Field Manager PHE NSO, Setiyadi, mengungkapkan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga keseimbangan ekosistem biota laut dan alam sekitarnya. “Pertamina sangat berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini mari kita bersama-sama menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan sekitar,” ucap Setiyadi.

Sementara itu, Manager Senior Departemen Humas SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud komitmen hulu migas dalam mendukung program lingkungan pengurangan emisi karbon menuju peningkatan produksi migas nasional 2030. “Melalui kolaborasi dalam aksi menanam pohon, SKK Migas ingin memastikan industri hulu migas turut menjaga Indonesia sebagai paru-paru dunia,” pungkas Yanin.(Mahdi/Jimbronw/Satria).

Jangan Lewatkan