oleh

Petani Yang Tertekan Batin dan Berlinang Air Mata di Aceh Tenggara

*Pupuk subsidi yang langka, kemarau, hama, dan harga yang tidak tetap

Oleh: Januar Pagar M.Lubis

Tidak banyak orang tahu, bahwa di Aceh Tenggara, khususnya di Kecamatan Leuser, banyak Petani yang tertekan batin dan Berlinang Air mata, karena keadaan yang terpaksa dan tertekan, selain petani itu sendiri dan keluarganya, yang memahami suka-duka mereka di sana, untuk mengolah lahan(kebun), untuk mencari nafkah, belanja sehari-hari, dan menyekolahkan anak-anak, menuju masa depan yang cemerlang.

Penulis ini yang sekaligus Jurnalis salah satu media online di Aceh, yang beberapa kali berkunjung ke sana, melihat langsung dan bercerita kepada para warga Petani, dengan curahan hati yang jujur, melihat kondisi lahan yang pegunungan, lahan yang curam, dan bahkan ada kebun warga, yang di bawahnya Kali Alas yang airnya deras, yang juga membahayakan dan menghanyutkan, hingga dapat mencabut nyawa para Petani, saat musim hujan dan banjir.

Keluhan dan uneg-uneg para Petani, dan pantauan langsung Awak media ini, dari mulai desa(kute) Bintang Alga Musara, desa Bukit Meriah, desa Kompas, desa Tanjung Sari, desa Kane Mande, desa Lawe Tawar, desa Gunung Pak pak, desa Bukit Bintang Indah, desa Lawe Serakhut, desa Bun-bun Alas, desa Bun-bun Indah, sampai ke desa Naga Timbul; Banyak warga Petani yang mengeluhkan kelangkaan dan mahalnya pupuk subsidi, hama yang mengganggu tanaman mulai dari Tikus, Babi hutan, monyet, bahkan kadang Gajah liar, musim kemarau dan musim hujan yang terus-menerus, dan harga jagung yang tidak menetap, dan lain-lain; yang berdampak kepada panen dan keuntungan, serta keberlangsungan para Petani.

Seyogianya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, melalui Dinas Pertanian, Dinas Pangan, Balai penyuluhan Pertanian, Camat Leuser lebih memperhatikan keadaan para Petani di Kecamatan Leuser khususnya, dan juga di daerah lainnya, untuk lebih proaktif menyuplai Pupuk subsidi untuk kebutuhan para Petani, pembuatan lantai jemur, gudang penyimpanan hasil bumi, pendampingan Petani, pelatihan Petani(kelompok tani), dan terjaganya harga hasil panen warga Petani.Bukankah para Petani di Leuser, salah satu daerah penghasil Jagung di Kabupaten Aceh Tenggara, di samping tanaman kemiri, kelapa sawit, dan kopi coklat.

Perhatian, pendampingan, dan pelatihan Pemkab Aceh Tenggara, melalui dinas terkait, sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup, dan kemajuan Petani di Kecamatan Leuser khususnya, dan Aceh Tenggara pada umumnya.Sehingga para Petani tidak tertekan batin, dan berlinang air mata, di tengah keterbatasan, tekanan hidup, dan himpitan ekonomi.Semoga…!!!

Penulis: Jurnalis media online Baranews.aceh

News Feed