oleh

PESONA KAIN KERAWANG GAYO

 

 

Oleh : Nabila Nazmi

Di Aceh terdapat daerah yang biasa dikenal dengan sebutan Tanoh Gayo, wilayah suku Gayo ini meliputi kebupaten Bener Meriah,Aceh Tengah dan Gayo Lues. Selain itu suku Gayo juga mendiami sebagian di Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Selain dikenal dengan penghasil bijikopi terbaik Tanah Gayo juga terdapat beberapa wisata alam yang indah Danau Laut Tawar salah satunya yang sudah tidak asing lagi kita dengar, di daerah tersebut juga memiliki seni dan budaya yang unik yaitu tari saman, tari guel dan tari lainnya. Di daerah tersebut juga memiliki budaya yang unik dimana mereka  memiliki kain khas tersendiri yang dinamakan Kerawang Gayo.

Kerawang Gayo adalah sebuah kain yang khas memiliki  motif ukiran tersendiri, dari daerah Gayo Takengon-Aceh Tengah. Kerawang Gayo adalah nama sebutan terhadap motif-motif ukir pada kain yang biasa dilihat pada pakaian adat Gayo, Motif kerawang Gayo juga biasa diukir pada kayu seperti Rumah Adat Gayo sebagai pelengkap rumah suku Gayo motif ini yang membuat Kerawang Gayo menjadi bagian istimewa serta memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Gayo.

Kata Kerawang berasal dari dua kata yaitu“Iker” yang berarti dasar buah pikiran, dan “Rawang” yang berarti ramalan, jadi kerawang dapat diartikan ramalan sebuah pikiran pemagar adat.Sejarah kerawang Gayo bermula ketika nenek moyang suku Gayo bermukim di Gayo, pada awal perkembangannya kerawang merupakan hasil buah pikir dari pemangku adat ( tokoh-tokoh adat) dan secara cermat tokoh adat memikirkan dan meramalkan sebelum menetapkan simbol-simbol yang tepat untuk dibuat, dan hasil buah pikir tersebut berbuah hasil, sebuah motif-motif yang dianggap simbol-simbol yang kemudian disebut Kerawang.

Simbol-simbol kerawang difungsikan sebagai simbol-simbol yang memiliki makna tentang tutunan dan tatanan di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat gayo dapat memegang teguh pedoman dalam berprilaku sesuai simbol-simbol yang ada pada motif  kain Kerawang Gayo. Motif-motif yang terdapat pada kain Kerawang Gayo adalah Mata Itik, Pucuk Rebung, Sesirung, Leladu, Mun Berangkat, Tulen Iken, Puter Tali, Bunge Kipes, Gegaping, Panah dan Motif Selalu. Ada beberapa warna yang terdapat dalam kain Kerawang Gayo yaitu Warna Item (Hitam) sebagai warna dasar, serta warna Putih (Putih), Ijo ( Hijau) dan Using (Kuning) sebagai warna pelengkap yang menjadikan corak atau motif menjadi indah.

Dari beberapa warna tersebut memiliki makna tersendiri yaitu: Hitam yang merupakan hasil keputusan adat, Merah sebagai tanda berani (mersik) bertindak dalam kebenaran, Putih sebagai tanda suci dalam tindakan lahir da batin, kuning sebagai tanda hati-hati (urik) dalam bertindak, hijau sebagai tanda kejayaan dan kerajinan (lisik) didalam kehidupan sehari-hari. Jadi kesimpulan dari warna kerawang tersebut masyarakat gayo dilambangkan sebagai masyarakat yang mersik(berani), lisik ( rajin) dan urik (teliti)

Sedangkan makna motif-motif Kerawang Gayo juga memiliki arti dimana  Motif mata itik mempunyai makna bahwa yang ikut menentukan dalam kehidupan masyarakat Gayo adalah penghulu, ulama dan golongan cerdik pandai, motif pucuk rebung bermakna bahwa masyarakat Gayo mencintai keadilan dan kedamaian, motif sesirung mempunyai makna bahwa dalam kehidupan masyarakat Gayo saling membantu, motif leladu bermakna bahwa masyarakat Gayo memiliki harkat dan martabat dan berwibawa, motif mun berangkat bermakna bahwa masyarakat Gayo mempunyai cita-cita dan tata cara dalam kehidupan bermasyarakat, Motif tulenni iken bermakna masyarakat Gayo memiliki sifat untuk membela diri dalam kebenaran, takut karena salah dan berani karena benar motif puter tali bermakna dalam kehidupan masyarakat Gayo terdapat kesatuan dan persatuan, motif bunge kipes mempunyai makna bahwa masyarakat Gayo itu harmonis antara manusia dengan tuhan, motif gegaping mempunyai makna bahwa masyarakat Gayo memiliki ketaatan terhadap pemerintah, agama dan adat istiadat, Motif bunge panah memiliki makna bahwa masyarakat Gayo memiliki sifat keterbukaan dalam menerima dan menjalankan ketentuan segala hal yang bertentangan dengan agama dan adat , motif selalu bermakna bahwa masyarakat Gayo memiliki sifat kejujuran dan ketulusan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kain kerawang Gayo memiliki arti dan makna yang dalam bagi masyarakat terutama masyarakat Gayo, dari zaman dahulu sampai sekarang masyarakat khususnya yang bersuku Gayo selalu menggunakan dan memakai  kain kerawang dalam setiap kegiatan mereka seperti kegiatan adat dan budaya, acara pernikahan, khitanan acara lainnya. Semakin berkembangnya zaman kain kerawang sudah banyak digemari oleh  banyak orang karena kerawang Gayo sudah memiliki produk yang beragam seperti: pakain, tas, selendang, kerajinan tangan contohnya seperti aksesoris gelang, peci dll. Dan bukan hanya masyarakat Gayo saja yang menggemari kerawang tersebut akan tetapi masyarakat luar juga banyak menggemarinya, mereka tertarik untuk membeli ataupun membuat suatu produk dari kain kerawang karena warnanya yang  menarik serta motif nya yang unik mejadi salah satu alasannya.

 

Penulis adalah Mahasiswi Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah- IAIN LANGSA

News Feed