oleh

Pesona Danau “Lut Kucak” Bener Meriah di Ketinggian 2100 Mdpl

Bener Meriah Baranewsaceh.co |  Lut Kucak atau nama lainnya Lut Atas, adalah sebuah danau kecil yang terbentuk dari tekstur alam yang berada di ketinggian 2100 mdpl, dengan luas hamparan genangan air seluas 6 hektar. Danau kecil yang terdapat di puncak gunung ini terletak di desa Waq Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Saat ini keberadaan danau Lut Kucak sepertinya sudah mulai mendapat perhatian serius dari pemkab Bener Meriah untuk di kembangkan sebagai salah satu destinasi wisata yang layak untuk di kunjungi. Hal ini di tandai dengan telah di bukanya akses jalan sejauh 2 KM menuju puncak danau Lut Kucak.

Begitu juga dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) bersama aparatur kampung dan masyarakat setempat juga mulai membenahi keberadaan danau Lut Kucak, karena selain sebagai sumber air bagi masyarakat di tiga kecamatan yakni kecamatan Bandar, Kecamatan Bukit dan kecamatan Weh Pesam. Keberadaan danau Lut Kucak adalah pesona lain dari desa Waq Pondok Sayur sebagai aset ekonomi desa di kemudian hari.

Imran (48) Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) saat di hubungi media Baranewsaceh.co melalui telepon selulernya menjelaskan. “Saat ini sebagian besar permukaan danau telah di tutupi oleh rumput liar yang biasa hidup di permukaan air, seperti kiambang Apu Apu (Ampung Ampung) dan tumbuhan sejenis Mendong (kertan)”

Disebutkannya ada sejumlah ikan endemik sebagai penghuni danau Lut Kucak seperti : Ikan wader (keperas) gabus (lokot) dan ikan lele lokal (emut). Selain itu masyarakat setempat juga telah menaburi benih ikan lainnya seperti ikan nila dan ikan bawal.

Imran juga menjelaskan terkait kondisi dasar danau Lut Kucak. Menurut pengamatannya, bagian dasar dari danau Lut Kucak adalah hamparan berupa bebatuan, bahkan Dia berkeyakinan apabila seluruh permukaan sudah di bersihkan, air danau akan membiru, sebagai mana danau kawah dan jenis telaga lainnya.

Sementara kegiatan pembersihan permukaan danau Lut Kucak pada hari Minggu (16/08) adalah untuk menyahuti keinginan Pemkab Bener Meriah yang akan menjadikan danau Lut Kucak sebagai salah satu Destinasi Wisata.

Imran juga manambahkan ada sejumlah elemen dan institusi yang ikut melakukan pembersihan diantaranya. TNI/Polri, Refting Club Koma Tiga, dan Tim SAR Bener Meriah, aparatur kampung dan masyarakat Waq Pondok Sayur.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Lut Kucak merupakan tempat suci dan tempat bersemayamnya para Aulia. Selain itu juga di temukan adanya sejumlah kuburan muslimin yang gugur sebagai suhada dalam melawan penjajah Belanda di masa lalu. Jadi kepada para pengunjung kiranya dapat memperhatikan hal hal tabu dan tetap mengedepankan wisata bersyariat. Pintanya.

Disisi lain Sutrisno, mantan anggota DPRK Bener Meriah yang juga ketua tim SAR Bener Meriah juga menyampaikan terkait kondisi danau saat ini. Menurutnya perlu adanya tanggul pengatur debit air, agar ketika musim kemarau tiba, debit air biasa di atur melalui pintu air. Sehingga kedepan tidak ada istilah danau mengering. Kemudian upaya selanjutnya selain menata danau seindah mungkin, hal yang terpenting adalah di lakukan penghijauan kembali. Untuk itu Sutrisno berharap adanya rasa kepedulian terhadap keberadaan danau Lut Kucak, disamping sebagai lokasi wisata, Lut Kucak adalah sumber air bagi kehidupan. Pungkasnya. (DN).

News Feed