oleh

Penulis Buku Kewargaan Digital Gelar Pre Launching di FIP Unimed

Medan. Baranewsaceh.co – Penguasaan dan pengguanaan teknologi secara kreatif membuat konselor sekolah bekerja lebih efisien dan efektif, misalnya dengan pembuatan program Bimbingan Konseling sekolah berbasis teknologi, membentuk program layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang lebih efektif dan efisien sesuai kebutuhan peserta didik.

Hal ini disampaikan Dr Janner Simarmata saat memberikan kuliah umum yang mengambil tema “Cyber Counseling” di Jurusan Psikologi dan Bimbingan Konseling, Prodi Bimbingan Konseling Unimed, di Aula FIP Unimed, Jumat (6/9/19).

Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa semester tiga yang sedang mengambil matakuliah IT dalam Bimbingan Konseling dan Abdul Haris Nasution dosen Fakultas Ilmu Sosial.

“Janner Simarmata juga menyampaikan beberapa teknologi yang dapat digunakan dalam konseling, seperti menggunakan email, telepon via internet (skype), Video Konferensi, forum Internet dan telepon tradisional,” ucapnya.

Namun ada beberapa hal yang harus diketahui, karena akan berbeda saat melakukan konseling bertatap muka dengan online, contohnya etika dalam berpakaian.

Rafael Lisinus Ginting, M.Pd sebagai dosen pengampu matakuliah tersebut menuturkan bahwa hidup di era digital saat ini memerlukan banyak inovasi dan kreativitas untuk dapat bersaing, sehingga konselor perlu melakukan inovasi strategi layanannya sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Rafael juga berterimakasih atas kehadiran bapak Janner Simarmata yang telah berbagai pengetahuan terkait matakuliah ini, diharapkan pertemuan ini menambah wawasan kami untuk matakuliah ini,” pungkasnya.

Kuliah umum ini juga dirangkai dengan pre launching buku Kewargaan Digital: Warga Digital dalam Kepungan Hiperkoneksi, yang ditulis oleh Feriyansyah, Mohammad Iqbal dan Janner Simarmata yang diterbitkan oleh Penerbit Yayasan Kita Menulis pada akhir bulan Agustus 2019 kemarin.

“Feriyansyah menuturkan bahwa buku ini adalah hasil penelitian yang dilakukannya dan dikerjakan secara berkolaborasi,” imbuhnya.

Diharapkan dengan kegiatan pre launching ini ada masukan-masukan dari mahasiswa untuk perbaikan revisi agar menghasilkan karya yang layak untuk dijadikan buku rujukan mahasiswa.

“Mohammad Iqbal juga menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat menghindari diri dari ketergantungan dengan orang lain, maka disaat berinteraksi dengan orang lain, dia harus bias menjaga etika bersosialisasi,” katanya.

Karena dalam kehidupan nyata seseorang wajib menghormati privasi, hak dan kewajiban, serta kepantasan atau norma yang berlaku dan ini juga berlaku disaat menggunakan teknologi komunikasi dalam jaringan (daring).

“Era teknologi saat ini, menggunakan media komunikasi internet adalah untuk mempermudah komunikasi, menyampaikan pendapat dan opini. Oleh karena itu, semua pengguna komunikasi daring harus menyadari bahwa dirinya, secara oromatis, menjadi bagian dari warga digital dunia,” tutupnya

Acara diakhiri dengan membagikan buku ke beberapa mahasiswa/i dan foto Bersama (js/Red).

 

News Feed